Kantongi Uang Rp 2.000 Saat Ditilang, Pria Ini Berhutang Untuk Bayar Denda

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Penerapan denda bagi para pelanggar protokol kesehatan sudah mulai diterapkan di Kabupaten Blitar. Warga yang keluar rumah wajib menggunakan masker, meski hanya jarak dekat. Jika tidak petugas gabungan akan memberikan sanksi kepada pelanggar.

Seperti yang dialami oleh seorang pria di Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar ini. Pria tersebut mengaku kepada hakim karena tak bawa uang saat keluar rumah. Dia mengaku hanya mau keluar untuk beli jajan anaknya.

Humas Pengadilan Negeri Blitar, Perintis Candra mengatakan,pria itu terjaring razia petugas gabungan, TNI, Polri,dan Satpol PP, saat operasi yustisi di wilayah Kecamatan Garum. Saat disidang, pria itu kebingungan. Karena pada saat terjaring razia dia hanya membawa uang Rp 2.000.

“Ada seorang warga yang saat ditilang tidak membawa uang. Dia mengaku keluar untuk membeli jajan untuk anaknya,” kata Perintis Candra.

Karena kebingungan saat membayar denda, akhirnya dia dipinjami oleh Satpol PP, daripada dikurung selama sehari. Kemudian, petugas memberikan masker kepada pria tersebut.

“Dari hasil kesepakatan denda mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. Warga yang tidak gunakan masker, akan didenda Rp 20 ribu rupiah. Sedangkan memakai masker namun disangkutkan di dagu dikenakan denda Rp 10 ribu,” ungkapnya.

Baca Juga: Dispendukcapil Terus Genjot Perekaman Data

Baca Juga: Berkas Pendaftaran Dua Bapaslon Bupati Ponorogo Ada Revisi

Sementara Wakapolres Blitar Himawan Setyawan  mengungkapkan, operasi yustisi ini sudah sesuai Inpres No 6 Tahun 2020. TNI, Polri dan Pemkab Blitar bekerja sama dalam menegakan dan mencegah penyebaran virus corona.

“Jadi jika kemarin warga yang terjaring operasi dikenakan sanksi sosial, namun operasi hari ini berbeda. Kalau operasi hari ini kita lakukan sidang di tempat dan langsung membayar denda setelah hakim memutuskan bersalah, ” tegasnya.

Reporter: Nuramid Hasjim

Editor: Della Cahaya