PPDB SMA/SMK, Sistem Tolak Pendaftar Luar Provinsi

Kediri, koranmemo.com –  Sistem pendaftaran peserta didik baru (PPDB) sekolah menengah atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) secara otomatis menolak pendaftar yang berasal dari luar Provinsi Jawa Timur. Hal ini berbeda dengan tahun lalu, sistem tetap bisa memproses siswa pendaftar lulusan luar provinsi.

Kasus tersebut ditemui oleh tiga siswa pendaftar di SMK Negeri 2 Kota Kediri. Mereka yang berasal dari Jakarta, Riau, dan Jawa Barat tertolak secara sistem ketika akan mengambil personal identifikasi number (PIN). Pasalnya, saat mengambil PIN dengan menunjukkan hasil ujian nasional (NUN) siswa tidak keluar dalam sistem pendaftaran PPDBJATIM.net.

“Ada tiga kemarin yang mendaftar ternyata tidak bisa masuk ke dalam sistem pendaftaran. Mereka kita arahkan untuk berkonsultasi dengan Cabang Dinas Pendidikan Kediri,” kata Hasan Kanuni Ketua Tim PPDB SMKN 2 Kota Kediri, Kamis (13/6).

Mereka tidak bisa masuk dalam sistem diprediksi karena lulusan sekolah menengah pertama (SMP) dari luar Provinsi Jatim sehingga NUN tidak terdeteksi dalam sistem. Kondisi berbeda terjadi jika siswa tersebut memiliki kartu keluarga (KK) dari luar Jatim namun lulusan SMP dari daerah Jatim masih bisa mendaftar.

“SMK itu menggunakan rangking NUN tidak ada zonasi, jadi ketika mengambil PIN harus sudah keluar NUN nya berapa kalau tidak ada otomatis tidak bisa. Kasus berbeda kita temui dari siswa KK luar provinsi tapi lulusan Kediri mereka tetap bisa masuk dalam sistem PPDB,” jelasnya.

Sidik Purnomo Kasi Pendidikan SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kediri mengatakan, meminta siswa tersebut untuk mendaftar di wilayahnya atau bisa mendaftar di sekolah swasta. Pasalnya riwayat pendidikan siswa yang bersangkutan tidak masuk data base PPDB jatim dengan ditenjukkan kartu peserta ujian nasional (KPUN).

“Kita hanya bisa membaca database yang ada di Jatim. Misalnya, kita tidak punya KPUN selain siswa yang bersekolah di Jatim, walaupun siswa asli Kediri tapi SMP lulusan dari Jateng atau Jabar dipastikan tetap tidak bisa mendaftar karena itu riwayat pendidikan mereka tidak ada di sistem kita. Kita hanya memiliki database siswa yang bersekolah di jatim saja,” jelasnya.

Reporter : Zayyin Multazam S

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date