Potong Rambut Istri dengan Sabit, Suami Diperiksa Polisi

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Kasus dugaan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pada Rabu (11/9), yang dilakukan oleh warga RT 03/RW 01 Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Ari Murdani (39), mengakibatkan Lina Eko Wati (35) mengalami luka robek pada leher bagian belakang kiri. Akibat perbuatannya tersebut, Ari yang tak lain suami Lina, harus menjalani pemeriksaan di Mapolresta Kediri, Kamis (12/9).

Kasubbag Humas Polresta Kediri, AKP Kamsudi mengatakan, petugas Satreskrim masih melakukan pemeriksaan terhadap Ari, setelah mencukur (memotong) rambut istrinya menggunakan senjata tajam jenis sabit. “Yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan, jadi belum dinyatakan sebagai pelaku dalam kejadian tersebut,” jelasnya.

Selain melakukan pemeriksaan, petugas juga masih mendalmi dugaan kasus KDRT tersebut. Pasalnya, dari pengakuan Ari kepada petugas, dia tidak bermaksud melukai istrinya. Ari memotong rambut istrinya karena kesal setelah mengetahui mempunyai pria idaman lain (Pil).

Ari memotong rambut Lina menggunakan sabit dengan tujuan memberi pelajaran dan berharap Pil istrinya tidak tertarik lagi dengan penampilan Lina. Meskipun demikian, petugas menilai perbuatan Ari termasuk melanggar Undang-Undang (UU) KDRT Pasal 44, tapi petugas belum menetapkan Ari sebagai pelaku karena belum ada pihak yang melaporkan kejadian tersebut.

Baik dari pihak istri (Lina), pihak keluarga Lina maupun pihak keluarga Ari, masih belum berkenan melaporkan kejadian tersebut ke petugas kepolisian. Ari sendiri dibawa ke Mapolresta Kediri setelah membawa istrinya yang mengalami luka robek ke Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Ahmad Dahlan. Dia dibawa ke Mapolresta bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Mrican dan Ketua RW 01 Kelurahan Mrican.

Sementara itu, beberapa tetangga tidak menyangka jika urusan rumah tangga mereka sampai mengakibatkan Lina terluka. Dari informasi yang diperoleh koranmemo.com, pasangan suami istri (pasutri) tersebut, sering terlibat cek-cok. Hampir dua bulan terakhir, mereka sering bertengkar bahkan Lina sempat pulang ke rumah orang tua yang berada di Desa Maron Kecamatan Banyakan selama dua minggu.

Lina yang berada di rumah orang tuanya, dijemput oleh Ari dan mereka kembali ke rumah beberapa hari sebelum kejadian KDRT tersebut terjadi. Warga juga mengetahui akar permasalahan pasutri tersebut, padahal Ari dan Lina dikaruniai dua orang anak, anak pertama duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan anak kedua masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK).

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu