Posting Hinaan kepada Almarhum Mbah Moen, Pemilik Akun FB Ditabayun

Malang, koranmemo.com – Setelah sempat viral dan menuai kecaman akun facebook Fulfian.Daffa.3 yang mem-posting kalimat tak pantas mengenai meninggalnya KH Maimun Zubair atau Mbah Moen, akhirnya identitas pemilik akun tersebut diketahui. Dia adalah Fulvian Daffa Umarela Wafi (20), warga Donomulyo, Kabupaten Malang.

Begini tulisannya di fb “Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kematian si mumun zibair, alhamdulillah populasi NU berkurang, saya orang Muhammadiyah, gak ada gunanya saya berduka atas kematian orang NU,”

Anshor dan PCNU Kota Malang, Aswaja Malang Raya, Gusdurian, bersama Pengurus Pemuda Daerah Muhammadiyah (PPDM) kemudian melakukan tabbayun (klarifikasi). Pelaku dihadirkan di kantor PCNU Kota Malang. Di sana Fulvian mengakui semua perbuatannya.

“Setelah diposting kami bersama-sama melakukan identifikasi dan berhasil mengungkap identitas pelaku. Bersama teman-teman Banser, keberadaannya selanjutnya bisa diketahui,” ujar Ketua GP Anshor Kota Malang Nur Junaedi Amin, Sabtu (10/08).

Menurutnya, perbuatan pelaku mencederai dan mengundang kemarahan warga NU. Terlebih karena almarhum KH Maimun Zubair merupakan kiai yang selama ini menjadi panutan. Bukan saja untuk NU tetapi juga bangsa Indonesia.
Ditambahkan, ini merupakan kasus yang sudah terjadi. NU menurutnya, selalu menjadi korban, atas sebuah doktrin atau sistem yang faktanya itu adalah fitnah.

“Postingan yang bersangkutan juga bisa menimbulkan persoalan antara Muhammadiyah dan NU. Melalui narasi yang tertulis. Hal inilah juga harus dihindari dan kemudian kami melakukan tabbayun,” imbuh Junaedi.

Junaedi melanjutkan, pihaknya telah memberikan penyegaran mengenai cara pandang pelaku terhadap NU. Itu dilakukan agar kasus serupa tidak terulang kembali.

Pihaknya kemudian menyerahkan pelaku kepada pihak berwajib untuk menyelesaikan perkara ini.  “Kami sudah memaafkan, karena ternyata ada cara pandang pelaku yang keliru. Namun, jika menginginkan perkara ini berlanjut, kami siap. Dan kami meminta pihak berwajib dalam hal ini kepolisian jika kasus ini berlanjut. Maka wajib bagi kepolisian untuk meneruskan permasalahan ini hingga ke pengadilan,” pungkasnya.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date