Polres Trenggalek Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2019

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Kepolisian Resort Trenggalek akan segera menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2019. Operasi yang berlangsung mulai 29 April hingga 12 Mei menekankan sepuluh prioritas pelanggaran. Bagian upaya peningkatan kesadaran keselamatan berlalu lintas ini dilaksanakan serentak.

Kepala Kesatuan Lalu Lintas Polres Trenggalek, AKP Suprihanto melalui Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa Iptu Agustyo mengatakan, sepuluh prioritas pelanggaran yang dimaksud diantaranya adalah tidak menggunakan helm, bermain hanphone saat berkendara, berboncengan lebih dari dua dan larangan kendaraan bak terbuka mengangkut orang.

“Selain itu memacu kendaraan melebihi batas kecepatan, tidak menggunakan safety belt, melawan arus, balapan liar, mengemudi dalam pengaruh alkohol dan anak di bawah umur berkendara sendiri,” ujarnya ketika dikonfirmasi di Mapolres Trenggalek, Jumat (26/4).

Operasi Keselamatan Semeru 2019 yang dulunya adalah Operasi Simpatik bertujuan untuk menekan angka kecelakaan. Selain itu, operasi yang dilakukan secara hunting sistem atau mobile dan juga operasi di tempat titik strategis sekaligus menunjang Operasi Ketupat Semeru 2019. Operasi ini melibatkan sebanyak 65 personel dari berbagai satuan Polres Trenggalek.

“Untuk mengurangi pelanggaran lalu lintas yang berakibat kecelakaan. Kemudian juga untuk keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamsebtibcar Lantas), sekaligus nanti untuk mendukung Operasi Ketupat Semeru 2019,” ujarnya.

Dalam operasi yang berlangsung selama 14 hari lebih inj menekankan pada pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas). Di lain sisi, upaya penindakan berupa tindakan tilang juga akan dilakukan jika kesalahan pelanggar lalu lintas dinilai fatal atau membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Misal naik motor dengan alur zig-zag, kemudian memacu kendaraan di jalan raya melebihi batas kecepatan yang ditentukan, kemudian berkendara dengan pengaruh alkohol dan lain sebagainya. Tapi pada prinsipnya kami utamakan Dikmas Lantas,” kata Iptu Agustyo.

Operasi ini diharapkan efektif menekan tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Trenggalek. Setidaknya dalam rentan waktu setahun rata-rata sebanyak 60 orang meninggal dunia akibat kecelakaan dengan angka kecelakaan rata-rata 30 kasus kecelakaan tiap bulannya. Kalangan millenial masih mendominasi angka kecelakaan.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date