Polres Segera Panggil PT Patra Niaga

Share this :
Barang bukti yang berupa mobil tangki yang diduga milik aktor kasus BBm Ilegal (Herman/Memo)
Barang bukti yang berupa mobil tangki yang diduga milik aktor kasus BBm Ilegal (Herman/Memo)

*Penangkapan Penjualan Solar Ber-subsidi ke Kapal Tongkang

Trenggalek, Memo- Polres Trenggalek segera memanggil PT Patra Niaga anak perusahaan Pertamina terkait kasus penjualan solar bersubsidi ke kapal tongkang yang ditangkap Minggu (10/8). Pemanggilan ini dilakukan karena solar tersebut dibeli para sopir yang ditangkap dari PT Patra Naga.

Kapolres Trenggalek AKBP Deny S Nasution di halaman parkir belakang Mapolres mengatakan, dalam penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan tiga truk nopol AG 8139 UT, nopol AG 8296 UT , nopol L 8553 UL dan 12 orang yang terdiri atas sopir, kenek dan anak buah kapal.

Dikatakan, saat dilakukan pemeriksaan mereka mengaku baru dua bulan menjalankan aksinya di pantai Prigi Kecamatan Watulimo. Dua truk berisi solar bersubsidi mereka beli dari PT Patra Niaga dengan harga per liter Rp 11.300 sedangkan satu truk lainnya mereka beli dari penjual yang tidak jelas dengan harga Rp 6 ribu. Mereka pun menjual dengan harga kisaran Rp 13 ribu per liter.

Ketiga truk tersebut dalam perjalanannya memang membawa surat-surat dari PT Patra Niaga, namun ketiga surat itu diragukan ke absahannya, untuk itu Polres Trenggalek akan segera memanggil pihak PT Patra Niaga.

 

 

 

Atas perbuatannya pelaku diancaman dengan UU no 22 tahun 2001 tentang Migas pasal 55 dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp.60 milyar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Trenggalek berhasil menangkap penjualan solar bersubsidi ke kapal tongkang yang bersandar di Prigi Kecamatan Watulimo Trenggalek pada Minggu (10/8).(her/haz)