Lagi, Tim Rajawali 19 Polres Nganjuk Bekuk Pengedar Narkoba

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Syaipudin Efendi (30) pekerja serabutan warga RT 01/RW 01 Desa Sanan Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk, harus berada di balik jeruji besi ruang tahanan Polres Nganjuk.

Dia diamankan Tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk, Senin (27/7) sekitar pukul 21.00 WIB, saat berada di dalam bilik ATM BRI Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk, lantaran diduga sebagai pengedar narkoba.

“Sebelumnya, Tim Rajawali 19 mendapatkan informasi jika Syaipudin ini pengedar sabu-sabu dan pil dobel L. Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan penangkapan,” ujar Iptu Rony Yunimantara Kasubbag Humas Polres Nganjuk, Rabu (29/7).

Waktu itu, lanjut Rony, tim antinarkoba ini sengaja membuntuti terduga pelaku sampai di sebuah ATM BRI Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. “Petugas masuk ke dalam dan menggeledah yang bersangkutan,” imbuhnya.

Ternyata, petugas mendapati 1 plastik klip berisi sabu-sabu berat kotor 0,30 gram yang dimasukkan dalam bekas bungkus rokok, sebuah ponsel, dan pil dobel L sebanyak 3000 butir yang disimpan di dalam tas pinggang.

“Kepada petugas, pelaku mengaku masih menyimpan sabu di rumah kontrakan Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Lalu dilakukan penggeledahan di rumah kotrakan tersebut,” ungkap Rony.

Baca Juga: KAI Tutup Perlintasan Jalur Kereta Ilegal di Ngawi

Baca Juga: Berkas Dilimpahkan, Bos Watu Dakon Resort Dijebloskan ke Penjara

Ketika digeledah, petugas menemukan 7 plastik klip berisi sabu berat kotor 1,77 gram, yang dimasukkan dalam rautan pensil, dan disimpan di almari rumah kontrakan tersebut.

“Menurut keterangan Syaipudin, sabu tersebut didapat dari seseorang di Kediri dengan cara diranjau di wilayah Kediri. Selanjutnya tersangka berikut barang bukti diserahkan ke Unit II Satresnarkoba Polres Nganjuk untuk proses penyidikan lebih lanjut,” pungkas Rony.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso kepada koranmemo.com mengatakan, saat ini pihaknya masih memburu jaringan di atasnya. “Nama dan alamatnya sudah kami kantongi, dan saat ini masih dalam pengejaran,” katanya.

Dijelaskan, Syaipudin adalah pemain lama yang telah malang melintang dalam peredaran obat keras berbahaya (okerbaya), dan kini meningkatkan jaringannya dengan menjajakan sabu-sabu. “Pernah tertangkap kasus pil dobel L,” tukasnya.

Reporter : Muji Hartono
Editor : Della Cahaya