Polres Madiun Edukasi Prokes Covid-19 Lewat Pagelaran Wayang

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Kendati jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Madiun mulai menurun, Polres Madiun terus berpartisipasi membantu upaya pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan (prokes) Covid-19 kepada masyarakat. Salah satunya melalui pagelaran wayang kulit.

Pagelaran wayang dengan lakon “Corona Sumilak” digelar secara virtual di Joglo Polres Madiun, Jum’at (16/10) malam. Kegiatan kali pertama ini juga disiarkan langsung di akun media sosial resmi Polres Madiun seperti Youtube, Instagram serta Facebook.

“Melalui pagelaran wayang ini, selain melestarikan budaya dan hiburan, juga memberikan edukasi protokol kesehatan,” kata Kapolres Madiun AKBP R. Bagoes Wibisono.

Menurut Kapolres, edukasi melalui wayang kulit ini, masyarakat diharapkan mulai sadar pentingnya pencegahan penyebaran Covid-19. Yakni, dengan patuh melaksanakan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Seperti cerita yang disampaikan dalang Ki Hendry Setiawan. Bala tentara siluman Corona sebagai pasukan dari Bethari Durga yang berkeinginan menghancurkan Pandawa Nagari (Amarta).

Pertempuran terjadi antara siluman corona dengan Putra Pandawa, namun Putra Pandawa kalah. Mereka pun menghadap ke tokoh Semar (Kapolda Jatim), Kresna (Pangdam V/Brawijaya) dan Kunthi (Gubernur Jatim) beserta para pandawa.

Petuah pun diberikan bahwa Corona tidak dapat dilawan dengan fisik namun harus menggunakan akal.

“Bagaimana protokol kesehatan 3M ini diterapkan. Atas perintah pimpinan Bapak Kapolda bersama Pangdam dan Gubernur dapat menurunkan angka dibandingkan awal pandemi Covid-19. Semoga kedepan Covid-19 di Jawa Timur bisa ‘sumilak’, pergi, hilang dan Jawa Timur menjadi hijau tidak merah atau kuning lagi,” ujarnya.

Dalang Ki Hendry Setiawan merupakan anggota Polri berpangkat Aiptu. Dia dinas di Polsek Dolopo sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Bangunsari.
Pagelaran wayang tersebut diiringi Karawitan Sekar Wiromo pangarsa AIPTU Andik Ngesti beserta lima sinden dari Polwan Polres Madiun.

“Ke depan kalau ada waktu kita adakan lagi dengan tema yang berbeda. Semoga masyarakat yang melihat wayang virtual ini dapat terhibur, dapat menerima edukasinya dan tetap menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupannya sehari-hari,” pungkasnya.

Reporter: Juremi
Editor: Della Cahaya