Polres Lumajang Gerebek Rumah Petinggi QNet

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Petugas Polres Lumajang menggerebek rumah yang berada di Jalan Agrowilis Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, yang diduga milik salah satu petinggi PT QNet, Kamis (3/10). Pemeriksaan ini menjadi salah satu proses penyelidikan setelah mengungkap kasus usaha dengan sistem piramida yang dilakukan petugas Polres Lumajang.

Dari pantauan Koranmemo.com, petugas menyisir setiap sudut bangunan rumah yang cukup luas. Dari hasil penyisiran tersebut, petugas berhasil menemukan beberapa barang diduga digunakan untuk melakukan bisnis berbasis game online. Yang menarik perhatian petugas, barang-barang tersebut sempat dibuang oleh pekerja yang ada di rumah tersebut.

Petugas menemukan barang bukti seperti laptop dan printer serta beberapa buku yang sudah dibakar di belakang rumah. Laptop tersebut ditaruh dalam tas dan dibuang di tumpukan daun kering. “Saya tidak tahu pak, barang-barang itu milik siapa. Karena bapak-bapak polisi datang, saya kaget sekaligus takut, makanya barang-barang itu saya pinggirkan,” ujar salah satu pekerja kepada petugas.

Setidaknya ada sepuluh pekerja yang diperiksa oleh petugas, dua laki-laki mengaku bertugas sebagai pengurus taman, satu laki-laki bekerja sebagai kebersihan,satu laki-laki lainnya mengurus keamanan rumah. Enam dari sepuluh pekerja adalah perempuan, satu perempuan mengaku bertugas sebagai buruh cuci dan setrika. Dua perempuan lainnya bertugas membantu membersihkan rumah, dua lainnya mengaku bertugas memenuhi keperluan sehari-hari dan pengasuh.

Namun, setelah petugas terus menanyakan tas dan laptop yang ditemukan di belakang rumah, akhirnya salah satu perempuan yang sebelumnya mengaku mengatur keperluan sehari-hari, tas dan laptop yang ditemukan sering digunakan. “Kalau laptop ini memang biasanya saya yang gunakan, tapi saya tidak tahu tiga laptop lainnya,” tutur satu-satunya perempuan yang mengenakan kacamata itu.

Selain empat laptop, saat memeriksa isi tas ditemukan dompet dan buku rekening. Dalam buku rekening tersebut tertera saldo mencapai Rp 110 juta, buku rekening ini milik perempuan yang diperiksa oleh petugas. Dia mengaku, uang tersebut bukan dari hasil bekerja di rumah tersebut karena baru dua bulan terkahir. Uang tersebut diperoleh dari hasil penjualan mobil dan akan digunakan sebagai biaya operasi ibunya yang sedang sakit tanggal 26 Oktober nanti.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Hasran menjelaskan, penyidik tim cobra dari Polres Lumajang didampingi tim dari Polresta Kediri melakukan kegiatan penggeledahan yang diduga sebagai kantor PT Amoeba. “Dari hasil kegiatan, kami menemukan sejumlah dokumen dan formulir yang menggambarkan Amoeba melakukan bisnis skema piramida,” jelasnya.

Dari enam perempuan yang bekerjan di rumah, lanjutnya, tiga lainnya merupakan operator dan diduga mengetahui kegiatan usaha tersebut serta beberapa dokumen ditemukan petugas dalam keadaan terbakar. “Informasi dari pekerja yang ada di sini, yang bersangkutan sudah meninggalkan rumah sejak tiga minggu lalu. Kami mendapat surat pemberitahuan, kalau yang bersangkutan sedang sakit dan berada di Malaysia,” ujarnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor :  Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date