Polres Kediri Amankan 7 Pendemo Tolak UU Cipta Kerja di DPRD Kab. Kediri

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Petugas Unit Resmob Satreskrim dan Satreskrim Intelkam Polres Kediri mengamankan 7 oknum aksi unjuk rasa di depan Kantor dewan Perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Kediri, Senin (12/10) kemarin.

Kapolres Kediri, AKBP Lukman Cahyono mengatakan, dari hasil introgasi petugas, terdapat dua kelompok yang diduga akan melakukan kerusuhan di kantor DPRD Kabupaten Kediri karena membawa batu-batu dan ketapel. Dalam satu kelompok tersebut berasal dari Dusun Mangunrejo Desa Bangkok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri yaitu WP (16), AS (15), dan AM (21).

Berdasarkan hasil keterangan ketiganya, berawal WP mengajak AM dan AS dengan maksud untuk mengikuti demo aksi tolak UU Cipta Kerja dengan mengendarai sepeda motor.

“AM yang mendapat kiriman gambar tentang mosi tidak percaya DPR dari temannya T akhirnya tergerak untuk mengikuti ajakan WP, “jelasnya.

Setelah tiba di lokasi demo, lanjut AKBP Lukman, AM langsung bergabung dengan aliansi mahasiswa yang sedang melakukan orasi dan menyampaikan aspirasi , sedangkan WP dan AS saat itu masih duduk di pinggir trotoar untuk mengamati. Kemudian WP mulai mengumpulkan batu di pinggir trotoar dan sebagian diserahkan AS.

“Untuk batu-batu tersebut ditaruh di pinggir trotoar oleh WP dan AS, rencananya digunakan untuk melempari petugas yang sedang melaksanakan pengamanan demo tersebut,” imbuhnya.

AKBP Lukman menjelaskan, untuk kelompok kedua berasal dari Kabupaten Nganjuk, yaitu MR (20), MI (14), dan AN (19) asal Kecamatan Tanjunganom, serta JH (19) asal Kecamatan Ngronggot. Dari hasil introgasi petugas, pada Minggu (11/10) JH dan AN yang tergabung dalam aliansi mahasiswa PMII sudah mendapat kabar akan ada kegiatan aksi demo oleh PMII Kediri dalam rangka tolak UU Ciptakerja yang akan dilaksanakan pada Senin (12/10), kemudian JH mengajak GL (saat ini belum diamankan).

Selanjutnya Pada hari H pelaksanaan, Senin (12/10) sekitar pukul 09.00 WIB, GL mengajak AD (belum diamankan), MI, dan MR untuk ikut gabung dalam demo. Kemudian sekitar pukul 10.00 WIb, keempat orang tersebut beserta JH dan AN berangkat dari Kecamatan Tanjunganom menuju kantor DPRD Kabupaten Kediri.

“Saat tiba di depan kantor DPRD Kabupaten Kediri, JH dan AN yang tergabung dalam PMII langsung berkumpul dengan mahasiswa untuk melakukan orasi,” urainya

Ditambahkan, untuk GL, AD, MR, dan MI duduk mengamati barisan mahasiswa yang sedang melakukan orasi. Saat diamankan GL dan AD berhasil melarikan diri. Sedangkan yang berhasil diamankan petugas yakni MR, MI, AN, dan JH. Kemudian Saat diamankan oleh petugas langsung dilakukan penggeledahan, hasilnya menemukan 1 buah ketapel yang disimpan di jok motor milik MR. Namun, karena JH dan AN segera dipulangkan lantaran tidak membawa peralatan maupun benda yang membahayakan. kelima oknum yang diamankan, personel memintanya kepada orang tua untuk datang ke Mapolres Kediri.

“Kami juga menyuruh untuk membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Meski demikian oknum tersebut akan dilakukan pembinaan oleh orang tua masing-masing,” tuturnya.

Reporter Rizky Rusdiyanto
Editor Achmad Saichu