Polisi Gagalkan Pengiriman Miras Oplosan, Terjadi Aksi Kejar-kejaran

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Polres Tulungagung menggagalkan pengiriman minuman keras (miras) jenis oplosan, Selasa (8/9). Dalam penangkapan itu sempat terjadi aksi kejar-kejaran di jalan hingga melukai petugas kepolisian.

Pengiriman miras oplosan itu akhirnya dapat dihentikan setelah ban mobil yang dikendarai pelaku ditembak saat berupaya melarikan diri.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, miras oplosan itu diambil dari Solo dan rencananya akan diedarkan di wilayah Tulungagung. Dalam pengungkapan itu polisi mengamankan dua tersangka yaitu FD (25) dan IR (25) warga Kecamatan Kalidawir Tulungagung.

“Jadi kami melakukan pencegatan, pengakuannya diambil dari Solo,” ujarnya dalam konferensi pers di Mapolres Tulungagung.

Sebelumnya petugas membuntuti pelaku yang mengendarai mobil berisi ratusan botol miras oplosan sejak masuk wilayah Tulungagung dari arah Kabupaten Trenggalek. Memasuki wilayah Kecamatan Kota, petugas langsung melakukan penyergapan. Namun upaya yang dilakukan petugas tak membuahkan hasil, lantaran pelaku justru gelap mata dan menerjang petugas.

“Pelaku menabrak petugas,” imbuhnya.

Aksi ‘koboi’ jalanan itu bisa dihentikan setelah petugas mengejar menggunakan mobil dan menembak ban depan mobil pelaku, lantaran keduanya mencoba melarikan diri saat hendak diamankan. Upaya tindakan tegas terukur itu dilakukan karena kedua pelaku tak mengindahkan tembakan peringatan yang dilakukan petugas.

Baca Juga: PSSI Tetap Lanjutkan Liga 1 Awal Oktober

Baca Juga: Flu, Greysia Polii Mundur dari Uber Cup Simulation 2020

“Ada 360 botol miras yang kami amankan. Ini sudah pengiriman yang ketiga kalinya, namun kami akan terus mendalaminya,” kata Pandia.

Meskipun tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun akibat kenekatan pelaku, petugas mengalami luka-luka karena di tabrak pelaku. Aksi kejar-kejaran antara petugas dan pelaku itu sempat menimbulkan kepanikan warga lainnya. Penangkapan itu dilakukan sekitar pukul 08.00 WIB di sekitar Jembatan Plengkung Tulungagung.

“Kami tidak kompromi dengan miras. Keduanya dijerat dengan undang-undang pangan,” pungkasnya.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Della Cahaya