Polisi Buru Pembajak WhatsApp Kepala Kemenag Kota Madiun

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Tim Cyber Polres Madiun Kota masih menyelidiki kasus pembajakan akun WhatsApp (WA) milik Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Munir. Sejumlah orang rekan Munir tertipu akibat ulah dedemit medsos itu.

“Pelaku masih kita selidiki, selama laporan belum dicabut,” kata Kasatreskrim Polres Madiun Kota AKP Fatah Meilana, Kamis (30/7).

Menurutnya, kasus penyadapan WA ini kali pertama terjadi di Kota Madiun. Meskipun modus ini sudah menjadi tren di masyarakat luas.

Dalam kasus ini, lanjutnya, Munir sebelumnya telah menerima link dari seseorang yang menghubunginya melalui pesan di handphone.

“Itu menjadi pijakan awal penyelidikan, memang ada link yang patut dicurigai link itu mungkin bisa membuat data base jebol,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati jika menerima pesan berantai atau broadcast yang masuk dalam semua lini pengguna sosial media.

Kasus dialami Munir terjadi, kemarin (29/7). Saat itu, Munir sedang mengisi acara di Lapas Narkoba Madiun, telepon genggam miliknya terus berdering membuat perhatian Munir teralih pada ponselnya.

Terkejut, ternyata ia menerima beberapa panggilan tak terjawab dari rekan sejawat dan kerabatnya.

Hampir semua kontak yang terdapat di aplikasi WhatsApp miliknya dihubungi oleh pelaku. Namun, Rif’an  merupakan saudaranya, terlanjur tertipu dengan dalih meminta uang untuk membeli pulsa sebesar Rp 300 ribu yang dikirimkan di rekening yang bukan atas nama Munir.

Kasus itu langsung dilaporkan polisi.Perkembangan terbaru, kembali ditemukan korban yang tertipu dan melakukan pengisian pulsa sebesar Rp 500 ribu yang tersasar di nomor terduga pelaku dan Rp 200 ribu yang didalihkan untuk mengisi pulsa istrinya.

“Karena teman saya curiga akhirnya telepon saya dengan nomor biasa, akhirnya kami ketemu dan saya ganti,” lanjutnya.

Sisi lain, Kamis (30/7) data WA milik Munir sudah kembali pulih dan bisa dioperasionalkan kembali.

“Ya, memang sudah bisa digunakan kembali kemarin malam, karena ada pemberitahuan pemulihan WA bisa kembali digunakan setelah 12 jam,” katanya.

Diberritakan sebelumnya, modus penipuan melalui sosial media WhatsApp terjadi di Kota Madiun belakangan ini. Bahkan, si penipu juga membajak nomor kontak salah satu pejabat, yakni Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Munir.Peristiwa itu diketahui Rabu (29/7).

Reporter M.Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu