Polda Belum Tetapkan Mantan Wali Kota Kediri Jadi Tersangka Jembatan Brawijaya

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Kasus dugaan korupsi Jembatan Brawijaya Kota Kediri semakin mengerucut pada sosok intelektual dibalik kerugian negara senilai Rp 14 miliar tersebut. Dugaan keterlibatan mantan wali kota Kediri juga akan diusut melihat petunjuk majelis hakim dalam beberapa sidang beberapa waktu lalu.

Kombes Pol Frans Barung Mangera, Kabid Humas Polda Jawa Timur mengatakan, sesuai petunjuk hakim dalam pengadilan kasus jembatan di Kota Kediri itu sudah menetapkan tersangka baru yakni 3 rekanan yang terlibat dalam proses pembangunan. Mereka yaitu mantan Direktur PT Fajar Parahyangan, Menawar, Direktur PT Surya Graha Semesta, Rudi Wahono, dan Dirut PT Fajar Parahyangan Yoyo Kartoyo. Sementara untuk kemungkinan bertambah, Frans belum bisa memastikan.

“Keputusan pengadilan 3 rekanan itu jadi tersangka dan sampai sekarang sudah menjalani sidang kedua sampai ke pemberkasan,” ujarnya saat dihubungi koranmemo.com, Jumat (22/2).

Terkait nama mantan wali kota Kediri, Frans mengatakan, pihaknya belum merubah status nama tersebut yang sekarang masih sebagai saksi. “Belum-belum, kita belum penetapan tersangka lagi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kasi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Jatim, Richard Marpaung, yang sampai saat ini baru tiga nama tersebut. “Kita sudah lakukan sidang untuk kedua nama, tapi untuk Yoyo belum karena masih dalam keadaan sakit,” ujarnya, Jumat (22/2).

Sementara itu, Budi Nugroho Kuasa Hukum salah satu terdakwa Jembatan Brawijaya meminta penegak hukum untuk memberantas dugaan korupsi jembatan itu hingga paling atas. “Supaya benar-benar dituntaskan dari atas sampai ke bawah pokoknya harus tuntas. Semuanya pasti terlibat dengan dugaan korupsi ini,” katanya.

Reporter Runing Cecak

Follow Untuk Berita Up to Date