Plt Wali Kota Santoso Pastikan Kota Blitar Aman Corona

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Pemerintah Kota (pemkot) Blitar tanggap soal kabar virus Corona. Meski tidak ada laporan warga yang terindikasi terserang virus, pemko tetap meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi.

Hal itu diungkapkan Plt Wali Kota Blitar Santoso di hadapan sedikitnya, 1.160 kader posyandu lansia dan balita, Kamis (13/02). Acara yang dibalut pembinaan kader posyandu dipusatkan di Balai Kota Kusuma Wicitra itu penting. Karena tujuannya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang virus yang menyerang Tiongkok, yakni corona. “Meskipun belum ditemukan warga yang terindikasi, kami tetap antisipasi. Ini sekaligus membuktikan bahwasanya Pemkot Blitar peduli dengan reaktif dengan adanya corona,” kata Santoso kepada Koran Memo.

Santoso menjelaskan bahwasanya saat ini dunia diguncang dengan kabar virus corona di negeri tirai bambu. Tak terkecuali di Indonesia. Nah, Kota Blitar pun langsung turun tangan dengan mengumpulkan para ujung tombak di masyarakat. Yakni para kader posyandu lansia dan balita. Para kader inilah menurut Santoso yang kali pertama dianggap mengetahui kondisi di lapangan. “Maka dari itu pemahaman dan wawasan tentang apa itu corona penting diberikan. Termasuk di antaranya memahami apakah kabar itu hoaks atau tidak. Dan untungnya di Kota Blitar aman dari corona,” tambah mantan kepala dinas pendidikan ini.

Santoso juga berharap agar para kader tak segan-segan melapor ke puskesmas terdekat. Itu jika menemukan tanda-tanda demam mendadak atau flu, terutama warga yang baru saja pulang dari Hongkong atau Tiongkok. Dengan penanganan yang cepat, kemungkinan terburuk bisa dihindari. Dalam kesempatan itu juga, Santoso berharap para kader tanggap ketika ada permasalahan di lapangan. Keberadaan kader posyandu di Kota Blitar saat ini tidak bisa dianggap remeh. Sebagai apresiasi atas kinerja, pemkot pun memberikan insentif senilai Rp 100 ribu per bulan. Bahkan, pemkot menjanjikan bakal ada kenaikan insentif sebesar Rp 150 ribu, tetapi masih diusulkan. Hanya saja masih dikonsultasikan ke provinsi Jawa Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar, dr Muchlis selain pembinaan, para kader juga diberikan bantuan masker yang saat ini langka. Termasuk di antaranya pemahaman bagaimana cara memakai masker yang benar. “Selain pembagian masker, juga diberikan seragam kain batik kepada 1.160 kader. Pembagian masker juga sebagai antisipasi dan ini instruksi langsung dari beliau pak Plt Wali Kota Santoso agar kader diberikan sosialisasi dan pengaman. Minimal mengamankan dirinya, keluarga dan orang-orang terdekat,” kata Muchlis. (adv)

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi

Editor: Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date