Plt Wali Kota  Blitar Santoso Serahkan Bantuan Sembako di Kelurahan Bendo

Share this :

Blitar, koranmemo.com  – Pemerintah Kota (pemkot) Blitar melaunching penyaluran bantuan program sembako tahun 2020. Ada tiga kelurahan yang menjadi sasaran kali pertama launching itu.

Tiga kelurahan itu yakni Kelurahan Gedog, Kelurahan Klampok, keduanya berada di Kecamatan Sananwetan. Sementara satu kelurahan yakni Kelurahan Bendo berada di Kecamatan Kepanjenkidul.

Launching penyaluran   program dari pemerintah pusat itu dilakukan oleh Plt Wali Kota Blitar, Santoso. Lokasi pertama yang dilaunching yakni Kelurahan Gedog, tepatnya di E-Warong Intan Barokah di Jalan Majapahit 25 Blitar. Sementara lokasi kedua di E-Warong Surya di Jalan  Halmahera 77 Blitar. Dan terakhir E-Warong Al-Awali Al Barokah di Jalan Serayu Blitar.

Plt Wali Kota Blitar Santoso berharap bantuan yang dulunya dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai atau BPNT itu bermanfaat.  Utamanya kepada penerima yang  sudah  terdata. “Program ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah pusat  untuk meningkatkan  dan meringankan beban. Mudah-mudahan dengan bantuan ini bisa bermanfaat bagi semua,” kata Santoso di hadapan penerima bantuan di E-Warong Al-Awali di Jalan Serayu Blitar, Rabu (12/02).

Dijelaskan oleh Santoso di Kota Blitar ada setidaknya 5.011 penerima program bantuan. Tahun ini wajib disyukuri. Karena ada peningkatan disbanding dengan tahun lalu. Tahun lalu program bantuan senilai Rp 110 ribu  dalam bentuk beras 10 kilogram dan kelebihannya digunakan untuk telur. Sementara tahun 2020 naik menjadi Rp 150 ribu yang dirupakan dalam bentuk beras 10 kilogram, daging ayam 1 kilogram dan kelebihannya 7 ons  telur yang harganya disesuaikan di pasaran. “Harus disyukuri, mudah-mudahan tahun depan ada kenaikan lagi. Mohon doanya,” pinta Santoso yang langsung diamini para warga.

Penerima  bantuan, kata Santoso  berbasis data terpadu atau BDT. BDT sendiri dikelola oleh pemerintah pusat.  Dan BPNT berbeda dengan program beras untuk warga miskin atau raskin atau beras sejahtera daerah (rastrada). Rastrada berasal dari APBD Kota Blitar. Sementara raskin dan BPNT berasal dari pemerintah pusat. Sementara pelaksanaannya dimonitor langsung oleh pemerintah Kota Blitar.

Dalam kesempatan itu juga, Santoso titip pesan agar warga tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan. Pada September nanti, Kota Blitar memilih  kepala daerah baru. “Pilihan boleh beda, tetapi tetap rukun agawe santoso. Itu yang harus dicamkan,”  harap Santoso. Harini, salah satu penerima program bantuan sembako mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat dan pemkot Blitar. “Harapannya program seperti ini tetap berlanjut. Karena bisa meringankan beban kami,” kata wanita yang tinggal di RT 4/RW 2 Kelurahan Rembang, Kecamatan Sananwetan. (adv)

Reporter Abdul Aziz Wahyudi

Editor Achmad Saichu