PKL Stasiun KA akan Digusur

Kios yang berada di lahan PT KAI bakal dibongkar. (memo/deny)
Kios yang berada di lahan PT KAI bakal dibongkar. (memo/deny)

*Dideadline 2 Minggu Untuk Bongkar Kios

Tulungagung, Memo- Sekitar 20 pedagang kaki lima (PKL) yang menempati lahan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop VII Madiun di jalan Pengeran Antasari Kelurahan Kenayan Kecamatan Tulungagung harus membongkar kiosnya. Pihak PT KAI mendeadline pembongkaran kios sampai 2 minggu ke depan.

Rencanya PT KAI akan membangun kios baru dengan harga yang cukup mahal. Seperti yang dilakukan di depan stasiun KA atau sebelah seletan kios yang bakal dibongkar ini.

“Program penataan serta pengembangan tata ruang seperti kios merupakan keputusan dari daop VII Madiun,” kata Kepala Stasiun Radne Anyarso Tulad ketika ditemui di ruangannya.

Dikatakan, sebelumnya pihak dari perusahaan kereta api sudah melakukan musyawarah kepada masyarakat yang tinggal di sekitar tanah milik PT KAI tersebut serta menghadirkan mulai Polsek, Danranmil, lurah serta RW setempat.

Dan semuanya hasil musyawarah sudah disetujui oleh kedua belah pihak antara PT KAI dengan masyarakat setempat.

“Sebelum melakasanakan program, pihak PT KAI bermusyawarah terlebih dahulu dengan masyarakat setempat dan kedua pihak sudah menyetujui,” ungkapnya.

Pembongkaran terlebih dahulu dilakukan dari sebelah selatan sampai ke utara ada sekitar 20 kios makanan dan sampai ke barat ada sekitar 7 rumah warga yang ikut dibongkar.

Pihak PT KAI tidak asal bongkar begitu saja melainkan juga memberikan uang tali kasih antara Rp 3 juta hingga Rp 5 juta kepada masyarakat setempat yang terkena program penataan ruang ini.

Selain itu untuk para pedagang akan dibuatkan relokasi untuk berjualan sementara, serta para pedagang diberi dua pilihan yakni menerima unag tali kasih sekitar Rp 3 juta atau menempati relokasi sementara untuk berjualan.

“Warga tetap akan mendapatkan uang tali kasih sekitar Rp 3 juta hingga 5 juta dari PT KAI, untuk rumah mendapat Rp 5 juta sedangkan untuk pedagang mendapat bantuan tempat relokasi untuk jualan sementara atau memilih uang tali kasih sekitar Rp 3 juta jika tidak ingin menempati tempat relokasi yang sudah disediakan,” tuturnya.

Program ini nantinya jika sudah selesai akan dikembalikan kepada warga yang sebelumnya menempati tersebut, namun dengan harga sewa tanah yang berbeda dari sebelumnya.

Radne Anyarso Tulad menambahkan proyek pembangunan kios baru akan dimulai akhir September. Jadi dalam waktu dua minggu pedagang harus mengosongkan kiosnya. (c1/JB)

 

Follow Untuk Berita Up to Date