PKL Mastrip Protes Rencana Pengosongan Kios

Blitar, koranmemo.com – Rencana pengosongan kios di Jalan Mastrip Kelurahan/Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar oleh Pemkot Blitar yang akan dilakukan pada 20-22 Desember 2016 mendapat protes dari para PKL. Sebanyak 70 PKL di lokasi tersebut menolak jika harus mengosongkan kiosnya sesuai surat edaran dari Pemerintah Kota Blitar dengan nomor : 500/5065/410.020.4/2016. Sebagian besar PKL yang terdiri dari penjual kacamata, helm, hingga tukang cukur keberatan jika harus pindah ataupun mengosongkan kiosnya karena mereka menilai jika mata pencahariannya tersebut hanya ada di lokasi tersebut.

Para PKL sudah berjualan di lokasi tersebut selama 26 tahun. Mereka meminta agar Pemkot Blitar tidak melakukan pembongkaran atau pengosongan kios sesuai dengan surat edaran tersebut. “Setahu saya, pemkot hanya akan menata, tapi bukan berarti membongkar kios kami,jika melihat surat pemberitahuan yang kami terima itu rencana akan digunakan untuk perbaikan saluran,” ungkap Budi Sasetyo, salah seorang PKL penjual kacamata,Senin (19/12).

Dia berharap kios PKL tidak dibongkar, sebab keberadaan kios tersebut berdampak pada ramainya kawasan tersebut. Selain itu, bisa mebuka lapangan pekerjaan bagi PKL untuk menjual barang dagangannya. “Kalau dibongkar, lalu kami pindah kemana? Dan selama ini belum ada sosialiasi terkait pembongkaran kios,kok tiba-tiba langsung ada surat pemberitahuan pengosongan lokasi,padahal kami juga membayarnya,” imbuhnya.

Dari informasi yang diperoleh, para PKL harus mengosongkan kios yang berada sepanjang Jalan Mastrip yang lokasinya tepat di depan pintu keluar Stasiun Kereta Api (KA) Blitar.         Selain itu informasi yang berkembang diketahui rencana deretan kios tersebut bakal dibongkar oleh pengembang kios PT KAI. Rencana ini telah mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Kota Blitar.(rif)

 

Follow Untuk Berita Up to Date