PKL Liar Masih Marak

Share this :

Trenggalek,Koran Memo – Sejumlah pedagang makanan dan souvenir yang tergabung dalam kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Kabupaten Trenggalek, mengeluhkan banyaknya pedagang kaki lima (PKL) liar yang bermunculan di sekitar area wisata Pantai Pasir Putih, sejak sebulan terakhir.

“Banyak sekali pedagang liar yang berjualan di sini. Terus-terang kami sangat terganggu, selain tidak membayar retribusi, mereka mengeglar dagangan di area pengunjung yang seharusnya ‘bersih’ dari aktivitas PKL,” keluh Ketua Pokdarwis Kecamatan Watulimo, Sudarminto, Rabu (17/11).

Ironisnya, lanjut Sudarminto, keberadaan PKL liar tersebut terkesan dibiarkan oleh pihak dinas pariwisata setempat. Padahal, munculnya pedagang dadakan itu jelas-jelas telah merusak keindahan area wisata pantai yang menjadi ikon pariwisata unggulan di Kota Keripik Tempe tersebut.

Para pedagang makanan maupun aneka suvenir yang tidak mengantongi izin berjualan di kawasan wisata pantai itu bahkan dengan leluasa mendirikan tenda-tenda untuk tempat berjualan di dalam area parkiran kendaraan pengunjung.

“Tidak hanya di sekitar parkiran, beberapa bahkan ada yang nekat menggelar dagangannya di dalam area pantai,” gerutunya.

Saat ini, jumlah pedagang dadakan memang tidak sebanyak seperti saat musim liburan beberapa waktu lalu. Namun, setiap kali memasuki hari Sabtu dan Minggu dimana jumlah pengunjung selalu meningkat, aktivis Pokdarwis Watulimo ini menyebut, jumlah PKL liar juga kembali marak.

“Kami berharap pemerintah daerah bisa bertindak tegas, jangan setengah-setengah jika ingin pariwisata daerah maju,” kritik Sudarminto.

Sementara, di pihak lain sejumlah pedagang kaki lima juga menuntut disediakannya tempat berjualan yang layak di sekitar area wisata pantai tersebut.

Mereka berdalih, kenekatan sejumlah PKL untuk berjualan di sekitar area parkir maupun di dalam kawasan pantai lebih dikarenakan keterbatasan tempat yang disediakan pemerintah daerah.

“Kalau yang diizinkan (berjualan) hanya mereka yang telah mengontrak kios, itu justru tidak adil karena jumlahnya terbatas. Itu pedagang ikan juga ‘berserakan’ di sepanjang jalan sekitar pantai karena selama ini mereka tidak pernah diberi fasilitas sebagaimana seharusnya,” ujar Suprihatin, salah seorang pedagang kaki lima membela diri.

Belum ada konfirmasi dari pihak Dinas Pariwisata Trenggalek menyangkut perselisihan antarpedagang makanan dan aneka souvenir tersebut.

Namun pihak Pokdarwis Watulimo selaku paguyupan yang menaungi para pedagang “resmi” di sekitar kompleks wisata Pantai Pasir Putih mengaku pihaknya telah beberapa kali melaporkan permasalahan itu tetapi belum mendapat tanggapan.(Haz)

Follow Untuk Berita Up to Date