PKB Masih Menjadi Daya Tarik “Kendaraan” Pileg

Sidoarjo, koranmemo.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Sidoarjo menjadi daya tarik tersendiri anggota partai politik lainnya untuk hijrah. Bahkan, mereka memilih PKB sebagai ‘kendaraan’ di musim pilihan legislatif (pileg) anggota DPRD tahun 2019.

Abdillah Nasih sekretaris DPC PKB Sidoarjo mengatakan, ada 4 orang di luar anggota PKB masuk menjadi kader dan sekaligus mencalonkan diri dalam pileg mendatang. Namun, dari 4 orang tersebut, pengurus PKB sempat mencoret satu nama orang yakni dari parpol Gerindra.Ketiga nama tersebut diantaranya adalah, H. Supandi, awalnya dari PDI Perjuangan lalu bergeser dan mantab memilih partai berlogo bumi dan peta Indonesia yang dikelilingi sembilan bintang ini. Dia maju untuk pileg di Dapil 1 (Sidoarjo kota, Candi dan Sedati).

Kedua, ada nama Sri Widarningsih. Awalnya dirinya menjadi anggota partai Nasdem. Namun, hijrah dan bergabung ke PKB di Dapil 2 (Candi Tanggulangin, Porong, dan Jabon).

Ketiga, ada Setyowati dari parpol Gerindra. Diapun memilih PKB untuk maju di pileg tahun depan. Dia berjuang meraih suara dan menjadi penghuni Dapil 4 yang meliputi Balongbendo, Krian, dan Tarik.

Nasih, sapaan akrabnya, membeberkan dua alasan mengapa mereka memilih PKB sebagai ‘kendaraan’ dalam pileg 2019 mendatang. Alasan pertama, menurut Nasih, karena memang PKB merupakan partai terbuka dan semua unsur di luar NU bisa menjadi kader PKB.

“PKB partai terbuka, semua unsur bisa masuk. Bukan hanya dari NU saja. Proses rekruitment juga ada. Mereka harus kader, NU dan profesional. Nah, Ketiga orang tersebut merupakan profesional,” terangnya, Jumat, (20/07/2018)

Saat disinggung terkait faktor apa yang membuat mereka hingga hijrah ke partai politik PKB, pria yang mewakili PKB di Dapil 6 Sidoarjo ini mengatakan, rata-rata mereka beralasan karena kedekatan emosional (Nahdliyin) dan historis.

“Karena Sidoarjo basisnya NU. Mereka menganggap peluang PKB lebih besar. Karena PKB partai pemenang. Sehingga kapasitas meraih kursi dikira lebih besar,” papar Nasih.

Dari jatah 50 kursi yang diberikan oleh KPU di DPRD Sidoarjo, awalnya PKB memiliki 65 bacaleg. Hasil seleksi fit on proper test dan hasil akhir penataan dapil, maka terseleksi menjadi 50 bacaleg.

“Sejak awal mereka mengikuti tahapan. Jadi banyak variabel yang menjadi penilaian kami melakukan seleksi,” tambahnya.

Dalam Pilihan Gubernur kemarin, pihaknya mengakui kekalahan. Kendati demikian, Nasih menyebut, jika variabel Pilgub dan Pileg itu berbeda.

“Di Pilgub, Vigur dan mesin politik menjadi penilaian khusus. Namun di Pileg memiliki 4 variabel yang menjadi bahan pertimbangan, diantaranya mesin politik, proporsi daerah, mesin caleg, dan tentunya dinamika nasional,” paparnya

Lebih jauh Nasih mengungkapkan, pihaknya sangat optimis untuk pileg kali ini bisa memenangkan dan mendapatkan target. “Target kami sebanyak 18 kursi, artinya 3 kursi disetiap dapil,” pungkasnya.

Reporter Yudhi Ardian

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date