Pjs Wali Kota Blitar Jumadi Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Pemerintah Kota Blitar mengadakan apel kesiapsiagaan Bencana hidrometeorologi bertempat di Alun-alun Kota Blitar, Selasa (17/11). Apel tersebut dimulai pada pukul 07.30 yang langsung dipimpin Pjs Wali Kota Blitar, Jumadi bersama Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M. Sinambela dan dandim 0808.

Apel dilanjutkan dengan pengecekan kesiapan perlengkapan maupun peralatan pendukung penanganan bencana.

Jumadi menyampaikan, apel itu didasari oleh hasil analisa data daripada Badan Meteorologi dan Geofisika kelas I Juanda maupun di stasiun klimatologi di Malang. Intinya menyebutkan adanya perisitiwa alam berupa anomali suhu laut di samudra pasifik.

“Diperkirakan dampaknya yaitu potensi curah hujan dengan intensitas sedang sampai tinggi, inilah yang menjadi atensi sehingga kita harus mengantisipasi hal tersebut,” katanya.

Baca Juga: Pemkot Blitar Terima Bantuan Satu Unit Ambulans dari Bank Jatim

Oleh karena hal tersebut, ia menyampaikan bahwa hari ini sudah dilakukan mitigasi risiko oleh seluruh unsur yang berkaitan. Termasuk dari Polres Blitar Kota dan juga TNI agar mampu menjaga kenyamanan serta keamanan masyarakat.

“Antisipasi ini kami lakukan mulai dari sebelum, saat, dan sesudah bencana terjadi. Dan juga yang tidak kalah penting adalah mengoptimalkan modal sosial yakni budaya gotong royong. Mulai dari hal terkecil seperti membersihkan selokan atau drainase yang ada di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Menurutnya, hal semacam itu menjadi bagian penting dan utama bahkan terdepan. Itu sebagai upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar memiliki kesadaran dan tidak apatis dengan keadaan yang ada di sekitar.

Baca Juga: Cegah Penyebaran Covid-19, Polresta Blitar Gelar Baksoskes

Selain itu, Jumadi juga menekankan pentingnya memanajemen suatu peristiwa yang terjadi di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya, tidak boleh ada yang ditinggalkan satu di antara dua hal tersebut. Yakni bencana alam dan pandemi. “Jangan sampai juga kita terlalu focus pada antisipasi curah hujan. Namun mengesampingkan pencegahan penyebaran Covid-19, harus seimbang dan sama-sama berjalan,” tuturnya.

Prinsip 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak harus tetap dijalankan secara patuh dan utuh. Karena itu adalah termasuk bagian dari kepentingan masyarakat yang artinya harus didahulukan sebagai hukum tertinggi. (Advhumasprotokol)

Reporter: Saifudin/Abdul Aziz Wahyudi

Editor Achmad Saichu