Pisah Sambut Kapolresta Kediri, Antar Pejabat Lama dengan Kereta Kencana

Kediri, koranmemo.com – Ada yang unik dari proses pisah sambut pejabat Kepala Polres Kediri Kota, lantaran pejabat lama diantar pejabat baru menggunakan kereta kencana (andong) dari Mapolresta Kediri ke Rumah Dinas (Rumdin), Kamis (3/10) sekitar pukul 11.00 WIB. Acara tersebut diawali dengan apel bersama dan upacara pedang pora di halaman Mapolresta Kediri.

Sebelumnya, posisi Kapolresta Kediri dijabat oleh AKBP Anthon Haryadi, setelah prosesi serah terima jabatan di Mapolda Jawa Timur (Jatim) pada 23 September lalu mendapat promosi jabatan baru sebagai Wadir Samapta Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). “Yang pasti, berakhirnya masa tugas saya di Kediri Kota, saya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Kediri Kota dan para tokoh pemuda, masyarakat, dan tokoh agama,” jelasnya.

Menurutnya, tanpa dukungan, kerjasama,dan doa dari masyarakat Kediri Kota, program yang dijalankan oleh Polresta Kediri tidak dapat berjalan dengan baik. “Berkat peran serta masyarakat Kediri Kota dan dukungan dari semua petugas Polresta Kediri, selama menjabat di sini tercipta situasi Kamtibmas yang kondusif,” imbuhnya.

Ini terbukti, lanjutnya, saat berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serta Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Legislatif, tidak ada kejadian yang mengakibatkan kerusuhan. Begitu pula saat pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di 7 desa wilayah barat sungai, juga berlangsung kondusif.

Dalam acara pisah sambut ini, juga sebagai tanda masa jabatan baru Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana yang sebelumnya menjabat sebagai Pamen SSDM Polri. “Sebagai pejabat yang baru, pertama pasti akan melanjutkan program yang sudah berjalan. Nanti, seiring berjalannya waktu, jika ada program yang perlu diperbaiki atau ditambah, pasti akan segera dilakukan,” ujar Kapolresta Kediri, AKBP Miko Indrayana.

Miko mengatakan, dalam waktu dekat akan melakukan persiapan mengenai pengamanan Pilkades yang dilakukan sebanyak 51 desa di wilayah barat sungai. Petugas mulai melakukan pendataan mengenai tingkat kerawanan di setiap desa sehingga dapat segera diantisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ditambahkan, untuk menjaga situasi tetap kondusif, petugas tidak bisa melakukan sendiri, harus ada kerjasama dan koordinasi yang baik antara petugas kepolisian dengan instansi serta masyarakat. “Peran masyarakat juga penting, kesadaran dan keinginan untuk menciptakan suasana yang damai dan aman ini menjadi fondasinya,” ujarnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Irwan Maftuhin

Follow Untuk Berita Up to Date