Pilih Ketua OSIS Dengan Cara e-Voting

Share this :

Belajar Demokrasi Ala MAUDU

Jombang, koranmemo.com – Beragam cara dapat digunakan untuk menanamkan nilai demokrasi di kalangan pelajar. Salah satunya seperti yang dilakukan ratusan pelajar Madrasah Aliyah Unggulan Darul Ulum (MAUDU) Rejoso Peterongan.
———

Kamis (15/9) kemarin, mereka menggelar pemilihan Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dengan cara pemilihan langsung layaknya pemilihan umum (pemilu). Menariknya, ajang pemilihan ketua OSIS itu menggunakan sistem elektronik voting atau e-voting. Berbekal user name dan password yang sudah diberikan panitia, para pemilih memasuki bilik suara. Selanjutnya, para pemilih meng-klik salah satu dari empat pasangan kandidat yang bertarung.

Pengamatan wartawan di lokasi, pemilihan Ketua OSIS berlangsung semarak. Ratusan pelajar dengan tertib mengantre di depan bilik suara. Bahkan usai memilih, jari pelajar juga dicelupkan ke dalam tinta sebagai tanda sudah memberikan hak suara.

Ahmad Muchtar Badarudin (17), panitia acara mengatakan, sekolahnya baru pertama kali ini menggunakan e-voting. Proses pemilihan berjalan lebih efektif dan efisien. “Sedangkan hasilnya juga lebih cepat dan akurat,”kata Muchtar kepada wartawan.

Dengan e-voting, lanjut Muchtar, pemilih tinggal mendaftar ke panitia untuk mendapatkan user name dan password. “Setelah pemilih masuk ke bilik, memasukkan user name dan password ke dalam komputer. Sekali sentuh layar, pilihan sudah muncul,” tambahnya.

Muchtar mengungkapkan, untuk menggelar pemilihan dengan e-voting, pihaknya membutuhkan persiapan sekitar satu minggu. Sebanyak 33 bakal calon ketua OSIS yang mendaftar, harus menjalani serangkaian tes tulis dan lisan. Hasilnya, hanya empat pasangan calon yang lolos.

Mereka terdiri dari, pasangan M Tamim Asrofi – Safa Salsabila (nomor urut 1), Tito Saksono – Afifah Khoirunnisa’ (nomor urut 2), Naila Habiba Ghufron – Gusti (nomor urut 3), serta Hunna Hayu Rosidah (nomor urut 4).

“Jumlah yang memiliki hak pilih sekitar 500 orang. Mereka adalah siswa MAUDU dari kelas X hingga kelas XII. Dengan menggunakan e-voting lebih efektif dan efisien. Hasilnya juga lebih cepat dan akurat,” papar Muchtar.

Kepala Madrasah Aliyah Unggulan Darul Ulum (MAUDU) Rejoso, Solikhan menambahkan, pemilihan dengan metode e-voting sebagai pembelajaran muridnya tentang proses demokrasi. Terpenting lagi, metode pemilihan tersebut baru pertama kali dicoba.

“Saya rasa jika pemilu di Indonesia menggunakan e-voting juga lebih efektif. Anggaran biayanya juga jauh lebih murah,” tutup Solikhan. (ag)