Pilbup Kediri 2020 ada Aplikasi Pendukung

Kediri, koranmemo.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri melakukan analisis hasil pengelolaan data dan evaluasi sistem Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Pada Pilkada serentak 2020, Kabupaten Kediri melaksanakan Pemilihan Bupati (Pilbup) dan akan ada aplikasi pendukung selama proses tersebut.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi Teknis dan Penyelenggaraan, Anwar Ansori menjelaskan, dalam rapat koordinasi untuk menganalisa dan mengevaluasi pengelolaan data, KPU memberikan gambaran mengenai aplikasi yang akan digunakan selama proses (tahapan) Pilbup periode 2020/2025.

Ada tiga aplikasi pendukung, mulai tahap pendaftaran bakal calon (balon) Bupati sampai tahap rekapitulasi hasil perhitungan jumlah suara. “Pertama ada Sistem Informasi Partai Politik (sipol), kemudian ada Sistem Informasi Perhitungan (situng), dan E-Rekap. Nantinya, selain data tertulis juga ada data melalui sistem,” tuturnya, Rabu (9/10).

Sipol, lanjutnya, diharapkan dapat memberikan informasi secepatnya kepada masyarakat siapa saja balon yang mendaftar. Selain itu, dalam sistem ini juga dapat mengetahui data diri balon, termasuk apa saja persyaratan yang harus dipenuhi. Data dari Partai Politik (parpol) juga dapat dilihat dan persyaratan yang belum tepat segera terdeteksi.

Jika balon belum memenuhi persyaratan, mereka akan segera mengetahui apa saja yang belum tepat. “Diharapkan, sistem ini dapat mempermudah pihak calon untuk segera memperbaiki dan melengkapi data (persyaratan). Sebelumnya, kami juga melakukan analisa dan evaluasi bersama Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan pihak terkait,” ucapnya.

Anwar mengatakan, terkait situng pergerakan data hasil perhitungan surat suara dari tempat pemungutan suara (TPS) ke PPK dan KPU, dalam perbaikan data sudah dilakukan dengan baik atau belum. Apakah langkah yang dilakukan sudah tepat dan benar atau belum. Untuk data jumlah surat suara dinilai paling riskan jika terjadi kekeliruan karena sering terjadi selisih.

Sedangkan E-Rekap, diharapkan dapat mempermudah hasil akhir perhitungan dari C Plano. Mengenai cara penggunaannya, menurutnya KPU akan memberikan pelatihan bimbingan teknis (bimtek) kepada petugas pelaksanaan. “Meskipun ada aplikasi pendukung, tapi tetap ada evaluasi dan berita acara tiap tahapan perhitungan suara,” imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Kediri Divisi SDM dan Parmas, Nanang Qosim menambahkan, dari koordinasi pembahasan analisis dan evaluasi pengelolaan data, perwakilan yang hadir berharap untuk validasi data situng atau E-Rekap yang akan digunakan dalam Pilbub dapat ditingkatkan.

“Harapannya nanti bisa jadi dasar penentuan hasil pemilihan sekaligus efisiensi waktu dan tenaga jika dibandingkan dengan penghitungan manual. Karena penghitungan manual memerlukan waktu yang lama dan memerlukan energi besar, otomatis tenaga serta pikiran petugas di lapangan akan terkuras dan riskan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Reorter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date