Pil Ekstasi Model Panda Beredar, Kapolres Nganjuk Beri Imbauan

Nganjuk, koranmemo.com – Peredaran narkoba di Kabupaten Nganjuk mulai mengkhawatirkan. Terlebih dengan beredarnya pil ektasi warna hijau bentuk mirip hewan Panda dari Jombang ke Bumi Bayu Anjuk Ladang ini.

Meski peredaran ekstasi sudah diputus mata rantainya oleh Satresnarkoba Polres Nganjuk dengan meringkus Purwoadi alias Grandong (39) warga Dusun Beluk Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang, namun langkah antisipatif terus dilakukan oleh korp antinarkoba ini.

“Pekan ini kita dapat mengungkap satu tersangka pengedar okerbaya jenis dobel L dan empat anggota jaringan peredaran sabu-sabu. Bahkan salah satu pengedar sabu, juga menjajakan pil ekstasi,” ungkap AKBP Handono Subiakto Kapolres Nganjuk dalam konferensi pers, Rabu (9/10/2019) siang.

Handono menjelaskan, modus operandi para pengedar sabu ini masih dengan sistim ranjau. Biasanya, para Bandar lewat kurirnya menaruh sabu di suatu tempat yang sudah disepakati, lalu diambil pengedar. “Biasanya ditaruh di bawah tiang listrik, tiang telepon dan pohon,” jelasnya.

Setelah dilakukan penyidikan, lanjut Handono, tersangka Grandong mengaku mendapat pasokan sabu dan pil ekstasi dari jaringan berbeda. “Dari keterangan tersangka, barang-barang haram ini dari lapas. Saat ini kami masih koordinasi dengan lapas dimaksud,” urainya.

Untuk pil ekstasi, kata Handono, pengedar mematok harga antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu perbutirnya. Sedangkan efek mengkonsumsi ekstasi warna hijau jenis panda ini, pengguna selalu berjoget jika dengar musik.

“Pil ekstasi berbeda dengan pil dobel L, selain harga lebih mahal, pengaruhnya juga kuat. Resikonya pun tinggi jika terus menerus memakai ekstasi. Yang jelas obat keras berbahaya atau okerbaya ini merusak otak dan jaringan lainnya,” bebernya.

Dengan maraknya perdaran pil dobel L maupun ekstasi di wilayah Kabupaten Nganjuk, Kapolres Handono berpesan jangan sekali-sekali menggunakan narkoba jenis apapun.

“Narkoba merusak generasi muda, juga merusak bangsa dan negara. Siapa yang main-main dengan narkoba di wilayah Nganjuk, akan kami libas. Tidak peduli siapapun,” tegasnya.

Diketahui, dalam sepekan terakhir ini Satresnarkoba Polres Nganjuk telah meringkus pengedar pil dobel L, dengan tersangka Suko Binarianto (31) asal Desa Begendeng Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk, dengan barang bukti 4000 butir.

Selanjutnya pengedar sabu atas nama Dwi Kristiawan (31) warga Desa Galengdowo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang, dengan barang bukti 3,26 gram sabu (berat kotor).

Berikutnya, dua orang sopir atas nama Sumadi dan Jainuri, keduanya asal Desa Wuluh Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang. Barang buktinya, 1,34 gram sabu (berat kotor).

Terakhir,  tim antinarkoba ini dapat membongkar jaringan di atasnya dengan meringkus Purwoadi alias Grandong (39) wargaDusun Beluk Desa Jombok Kecamatan Kesamben Kabupaten Jombang.

Barang bukti yang diamankan, 2 plastik klip masing-masing berisi sabu berat kotor 1,11 gram, dan sabu berat kotor 0,87 gram, 3 plastik klip berisi total 23 butir pil ekstasi warna hijau model panda.

Reporter : Muji Hartono
Editor      : Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date