Piala Gubernur Jatim 2020, Persebaya Libas Persik 3-1

Share this :

Bangkalan, koranmemo.com – Pertandingan pembuka Piala Gubernur Jawa Timur 2020, Persebaya Surabaya berhasil melibas Persik Kediri 3-1 (3-0), di Stadion Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (10/2).

Begitu peluit babak pertama dibunyikan, Persik nampak terlebih dahulu diserang oleh Persebaya, namun dapat dibendung oleh kiper Persik, Fajar Setya Jaya. Setelah serangan tersebut Faris Aditama dan kawan-kawan lebih banyak menguasai bola dengan melakukan umpan-umpan pendek dari belakang ke tengah.

Namun dengan kedisiplinan Bajul Ijo serangan yang dibangun Macan Putih sulit untuk menembus pertahanan lawan. Pelatih Kepala Persebaya, Aji Santoso sepertinya menginstruksikan pemain untuk lebih menunggu dan melakukan serangan balik. Karena pengalamannya bersama Persik, PSIM Yogyakarta dan Persela Lamongan selama 2 tahun terakhir, taktiknya dapat meredam kekuatan klub berjersey ungu tersebut.

Benar saja beberapa kali pertahanan yang diisi oleh 2 stopper, yakni Munhar dan Ante Bakmaz keteteran. Akhirnya pada menit ke-19, pemain muda Persebaya, Muhammad Supriadi membuka kedudukan timnya. Umpan dari sisi kiri sukses dikonversi menjadi gol dengan tendangan plesing. Skor berubah 1-0 untuk Persebaya.

Masih menerapkan strategi yang sama, Persik mencoba menguatkan pemain di lapangan tengah. Perlahan bola dari belakang di umpan pendek antar pemain ke tengah. Dari metode serangan ini Adi Eko mendapatkan tendangan ke gawang pertama menit ke-28, namun masih melenceng jauh di atas gawang.

Selanjutnya menit ke-35 Persebaya mendapatkan peluang dari sisi kiri, Bayu Nugroho hampir saja melesatkan bola tepat ke gawang, namun Vava masih dapat melakukan blok. Serangan Bajul Ijo tak berhenti, sampai akhirnya Hambali Tholib bisa menambah kedudukan menit ke-42 melalui tendangan bebas. Skor 2-0 untuk Persebaya.

Bertambahnya gol bagi lawan membuat mental pemain Persik sedikit turun. Hampir saja Fajar Setya kembali kebobolan dari tendangan bebas. Tak lama pada menit tambahan, Bajul Ijo justru mendapatkan hadiah penalti, Alwi Slamat sebagai eksekutor berhasil menambahkan kedudukan untuk timnya. Skor 3-0 menutup pertandingan babak pertaman.

Berlanjut ke babak 2, Persik Kediri langsung memasukkan Sackie Teah Doe dan Andri Ibo. Akhirnya menit ke-50, Bakmaz bisa memperpendek jarak, melalui tendangan bebas Faris bola berhasil dibelokkan ke gawang Rivky Mokodompit, kiper Persebaya. Skor berubah menjadi 3-1.

Sekitar 10 menit setelah gol Persik, Mamud Eid pemain asing Bajul Ijo dimasukkan untuk menambah serangan. Selanjutnya menit ke-66, Makan Konate masuk untuk memperkuat sektor tengah. Persik Kediri juga melakukan pergantian, Arif Setiawan masuk menggantikan Dani Saputra, sedangkan Bayu Otto juga ditarik keluar digantikan Paulo Sitanggang.

Striker asing Persebaya, Da Silva, 10 menit sebelum babak 2 berakhir sempat dimasukkan oleh Aji Santoso. Dengan 3 pemain asing dari kubu Macan Putih sempat kerepotan namun kedudukan tidak berubah, tetap 3-1 untuk kemenangan Persebaya Surabaya.

Setelah pertandingan, Getuk sapaan Pelatih Kepala Persik Kediri mengatakan kekalahan didapat karena kesalahan antisipasi. Pertama salah umpan, kedua tendangan bebas, dan ketiga penalti. Kendati demikian dia mengaku babak ke-2 dengan digantinya beberapa pemain skuat Macan Putih bisa mengimbangi Persebaya.

“Mental pada babak pertama memang kami kalah, pemain kami muda-muda karena itu saya anggap ini pertandingan selamat datang ke Liga 1. Tapi di babak 2 kami mulai bisa mengimbangi dengan 3 pemain asing lawan anak-anak tetap bisa bertahan, bahkan membuat gol. Kekurangan kami tidak punya Striker karena (Septian Satria) Bagas(kara) sedang cedera dan Patrick Bordon baru datang kemarin malam belum bisa saya mainkan,” katanya.

Sementara itu, mengenai persiapan melawan Madura United, menurutnya masih memiliki kemungkinan untuk mengejar ketertinggalan tim. Sebab malam setelah pertandingan Persebaya melawan Persik, Madura United akan bertanding dengan Bhayangkara FC. “Pertandingan melawan Madura United, sama, kami mengetahui permainan lawan, lawan juga mengetahui permainan kami,” tutupnya.

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor :  Achmad Saichu