PG Mritjan Salahi Perda dan Perwali

Limbah PG Mritjan*Terkait Pembuangan Limbah Cair Ke Sungai

Kediri, Memo-Limbah cair yang termasuk Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) milik PG Mritjan yang dibuang langsung disinyalir sudah menyalahi Peraturan Daerah (Perda) Kota Kediri nomor 3 tahun 2009 tentang pengeloloaan lingkungan hidup dan Peraturan Walikota (Perwali) nomor 52 tahun 2011 tentang pengawasan pengelolaan air limbah B3 dan pencemaran limbah B3.

Kabag Humas Pemkot Kediri Jawadi mengatakan, setiap perusahaan atau industri yang menghasilkan limbah B3 wajib meyediakan prasarana dan sarana pengolah limbah. “Hal itu sudah jelas salah kalau PG Mritjan membuang sisa hasil usahanya langsung ke sungai hingga bisa mengakibatkan pencemaran lingkungan,” ungkap Jawadi.

Terkait menyalahi Perda dan Perwali, pihaknya mengatakan akan berkoordinasi dengan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Kota Kediri untuk segera melakukan peninjauan lapangan terkait limbah milik PG Mritjan yang sudah meresahkan warga sekitar pabrik tersebut.

“Dalam Perda Kota Kediri nomor 3 tahun 2009 pasal 31 tentang pengelolaan lingkungan hidup jelas sudah disebutkan suatu badan usaha yang akan melakukan pembuangan air limbah ke sumber-sumber air diwajibkan terlebih dahulu melakukan pengolahan air limbah dan air limbah yang dibuang ke sumber air wajib memenuhi baku mutu yang sudah ditetapkan. Dan ini yang menjadi kesalahan PG Mritjan, karena hingga saat ini belum memberikan laporannya pengujian limbahnya,” jelasnya.

Seperti berita sebelumnya, limbah cair dari PG Mritjan diketahui dibuang langsung ke anak sungai Brantas yang sudah mati, sehingga limbah tersebut dapat berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Pasalnya, bahan organik yang terkandung dalam limbah cair akan mengalami dekomposisi yang dapat menurunkan kadar oksigen terlarut dalam air.

Perlu diketahui limbah yang dihasilkan oleh pabrik gula tanpa melalui proses IPAL yang baik akan menjadi salah satu permasalahan karena dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.

Bahan organik yang terkandung dalam limbah cair akan mengalami dekomposisi yang dapat menurunkan kadar oksigen terlarut dalam air. Selain bahan organik terdapat juga kandungan lain seperti: nitrogen, karbon, fosfor, alumunium, mangan, dan magnesium.(can)

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date