PG Meritjan Ditutup ?

Manajemen Sebut Kabar Palsu

 

Kediri, koranmemo.com –  Kabar mengejutkan terkait rencana penutupan PG Meritjan Kota Kediri beredar luas. Kabar itu membuat kalangan karyawan PG resah.

Informasi yang diperoleh Koran Memo, kabar itu mencuat menyusul beredarnya foto dokumen penutupan PG di grup whatsapp (WA) para karyawan sejak 4 hari yang lalu. Dalam dokumen itu, rencana penutupan PG Meritjan beserta beberapa PG lainnya di Jawa Timur sudah ditandatangani oleh Direktur Utama PTPN IX, X, XI, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Direktur Keuangan dan Korporasi PTPN III, serta Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN RI.

Ade Satria, salah satu karyawan mengaku mendapat edaran tersebut dari WA. Bukan hanya dia namun hampir seluruh karyawan PG mendapat surat edaran tersebut. Tak ayal hal itu menjadi bahan pembicaraan para karyawan. Ada yang merasa cemas, terutama mereka yang sudah bekerja selama puluhan tahun, usia yang tak lagi muda akan menjadi kekhawatiran sendiri untuk mencari pekerjaan lain jika sampai PG ditutup.

Jika memang hal itu benar, kata Ade, pihaknya hanya bisa pasrah meski menolak. Kalau memang terjadi dia berharap keputusan itu perlu dipertimbangkan seperti pemberian pesangon sebagai wujud apresiasi pengabdian kerja dan bisa untuk modal usaha baru setelah diberhentikan. “Tetapi pada intinya saya menolak keputusan tersebut,” ujar Ade.

Sementara manajemen PG Meritjan sendiri sudah mengetahui edaran tersebut juga dari WA. Banyak telepon yang masuk menanyakan kevalidan edaran tersebut. Setelah itu mereka melakukan rapat direksi membahas edaran itu. Hasilnya, mereka menyatakan edaran tersebut tidak valid atau palsu. Mereka tidak akan mengambil tindakan apapun sebelum mendapat surat resmi dari pusat. ”Lagipula, dalam surat tersebut tidak ada kop serta stempelnya,” jelas Amin Yuli, Bagian Humas PG Meritjan.

Amin juga mengatakan tidak mungkin PG Meritjan ditutup. Karena sampai sekarang PG Meritjan masih menunjukkan eksistensi diantara PG lainnya di Kota Kediri. Tapi harus diakui oleh Amin selama musim penghujan produksinya menurun lantaran rendemen tebu juga menurun.”Tapi tidak terlalu parah sampai menutup PG,” pungkasnya.(dha)

 

Follow Untuk Berita Up to Date