Petugas Gabungan Blitar Bubarkan Pagelaran Wayang Kulit di Talun

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Petugas gabungan TNI, Polri, dan Pemkab Blitar gencar melakukan operasi yustisi dalam penegakan hukum penerapan protokol kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Blitar.

Dalam operasi yustisi yang dipimpin langsung Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo langsung menindak tegas para pelangar protokol kesehatan, Selasa (15/8/9/2020) malam. Petugas gabungan pun membubarkan pagelaran wayang kulit yang diadakan warga.

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetyo mengatakan, Operasi yustisi ini diharapkan membuat masyarakat sadar tentang artinya protokol kesehatan. “Operasi yustisi ini kita laksanakan setiap hari baik siang maupun malam,” tegasnya.

Dikatakan, aasarannya tidak lain adalah para warga yang tidak menggunakan masker, tempat keramaian, fasilitas umum dan tempat hiburan. Menurutnya, petugas akan melakukan tindakan tegas dengan melakukan penutupan apabila ada tempat nongkrong yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

“Jadi apabila tempat nongkrong seperti cafe, warung kopi, restoran dan tempat lainya yang tak pematuhi protokol kesehatan, misalnya tidak menyediakan cuci tangan, tempat duduk tidak ada jaraknya dan tidak memakai masker, akan Kita tutup total,” tegas AKBP Fanani.

AKBP Fanani menambahkan, dirinya tidak tebang pilih, siapapun yang melangar protokol kesehatan akan ditindak tegas. Misalnya pada operasi yustisi Selasa (15/9/2020) malam. Pada saat melakukan patroli petugas melihat ada pagelaran wayang kulit di wilayah Talun. Karena tidak berizin dan tidak mematuhi protokol kesehatan, petugas mengambil tindak tegas dengan membubarkan.

“Kita temukan ada pagelaran wayang kulit dan mendatangkan banyak orang. Karena tidak memiliki izin dan melanggar protokol kesehatan maka kami bubarkan,” tegasnya.

Reporter Nuramid Hasyim
Editor Achmad Saichu