Petinggi BRI di Madiun Ditetapkan Tersangka Kredit Macet Rp 2,1 Miliar

Share this :
Madiun, koranmemo.com – Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun menetapkan satu tersangka pembobol dana kredit mikro Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pembantu Dolopo, Kabupaten Madiun, yang merugikan negara hingga Rp 2,1 miliar.
Tersangka berinisial RS, selaku Relation Manager BRI Kantor Cabang Pembantu Dolopo, Kabupaten Madiun.
“Dari hasil penyidikan, kami menetapkan satu tersangka. Untuk proses penyidikan lebih lanjut, tersangka ditahan di cabang Rutan Kelas I Surabaya Kejati,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun Agung Mardiwibowo, Senin (21/9).

Agung  menjelaskan, kasus pembobolan kredit mikro terjadi tahun 2018 hingga  2019. RS yang tak lain membidangi bagian pelayanan nasabah tersebut diberikan kepercayaan oleh nasabah untuk menyelesaikan persyaratan peminjaman berbekal dengan surat kuasa.

Baca Juga: PKKMB Daring Universitas Brawijaya

Berawal dari surat kuasa, tersangka nekat menyalahgunakan kewenangannya. Modusnya, setelah nasabah mengambil sebagian dana kredit mikro dari rekeningnya, tersangka RS memindah bukukan nominal sisa uang yang belum tersalurkan ke nasabah ke rekening rekayasa miliknya yang diatas namakan keluarga nasabah.

Hingga akhirnya nasabah tidak dapat mengambil kembali sisa uang uang dalam rekeningnya, lantaran telah dikuras habis oleh RS.

“Modus tersangka sebagai manager di BRI Cabang Dolopo. Sebelas nasabah sebagai peminjam uang masuk ke rekening nasabah dan dipindah bukukan kepada rekening tersangka dan digunakan untuk main judi bola dan kebutuhan sehari hari,” ungkapnya.

Baca Juga: DPRD Nilai Pemkab Ngawi Lamban Tangani Kasus Jebakan Tikus

Dalam kasus ini, jelasnya, penyidik telah memeriksa sebanyak 28 saksi dan meminta keterangan  dua ahli dari internal BRI serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). “Hasil perhitungan BPKP, kerugian negara l terakumulasi sebesar Rp. 2,1 miliar,” jelasnya.

Tersangka dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor Juncto pasal
64 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup hingga hukuman mati.
Reporter: Juremi
Editor:Della Cahaya