Peternak Lele Kesulitan Air

Share this :

Tulungagung, Koran Memo – Sejumlah peternak lele di Kampung Minapolitan Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, mengeluhkan sulitnya mendapat air baku dalam tanah guna mengairi kolam-kolam ikan, saat program pembenihan maupun pembiakan awal.

Para peternak ketika memanen ikan lele
Para peternak ketika memanen ikan lele

“Sekarang lebih sulit mendapat air karena pasokan dari sungai bawah tanah sepertinya ikut menyusut,” ujar Kalil (50), salah satu peternak lele, Kamis (8/10).

Air dari sumber atau sungai bawah tanah memang masih bisa mereka sedot menggunakan pompa diesel. Namun menurut Kalil, kedalaman sumur bor yang mereka buat saat ini mencapai 40 meter lebih. Akibatnya, biaya operasional untuk pengelolaan budidaya ikan lele membengkak.

Kendati penyediaan perangkat pompa air maupun instalasi pipa telah disediakan kelompok peternak setempat melalui kas koperasi bersama, Kalil menyebut kemarau panjang telah mempengaruhi kualitas dan kuantitas lele yang mereka hasilkan.

“Kalau untuk lele dewasa, tidak menjadi masalah karena tidak membutuhkan pergantian air secara periodik. Namun untuk pembiakan awal atau saat pembenihan, tentu berpengaruh karena butuh air bersih dalam jumlah banyak sesuai besaran/volume kolam,” timpal Asdawi, peternak lele lainnya.

Budidaya ikan lele di Desa Gondosuli merupakan salah satu yang terbesar di Indonesia. Di kampung yang berpenduduk tidak lebih dari 2.000 KK ini hampir setiap rumah memiliki kolam lele. Sawah-sawah dan perkebunan bahkan telah dialihfungsi menjadi kolam lele masal yang dikelola warga secara berkelompok.

Program budidaya perikanan darat yang telah berlangsung bertahun-tahun itu bahkan telah mengantarkan Desa Gondosuli sebagai salah satu kampung minapolitan percontohan, bersaing ketat dengan kampung minapolitan sejenis di Boyolali serta Sulawesi.

Para peternak ketika memanen ikan lele
Para peternak ketika memanen ikan lele

Mengacu data yang dirilis Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung, volume produksi lele dari kampung minapolitan Desa Gondosuli per hari bisa mencapai 30 ton atau bahkan lebih, dengan pasar tujuan ke Semarang, Surabaya, serta beberapa kota besar lain.

Jika perkilogram harga ikan lele saat ini rata-rata Rp16 ribu, maka omzet atau perputaran uang dari hasil produksi lele di desa ini perhari mencapai Rp 500 juta atau sekitar Rp 1,5 triliun per bulan. (den/Jb)