Petani Mulai Kirim Cabai Ke Kalimantan

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Memasuki masa panen, para petani cabai di Jawa Timur mulai mengirim hasil panen ke luar daerah terutama pulau Kalimantan. Meskipun di daerah tersebut mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla), namun tidak mengganggu proses pengiriman.

Petani mengirim cabai tiga hari sekali. Sekali kirim rata-rata mencapai tiga sampai empat ton cabai. “Karena produksi sudah mulai banyak dan untuk menjaga supaya tidak ada penumpukan stok, petani mulai mengirim cabai ke luar daerah. Pengiriman melalui kapal, jadi ada tempo tiga pengiriman,” jelas Ketua Paguyuban Petani Cabai Jawa Timur, Suyono Supardi, Senin (23/9).

Menurut Suyono, selain menjaga stok cabai, pengiriman ini diharapkan dapat menjaga harga cabai sehingga tidak anjlok. Pasalnya, dalam kurun waktu sepekan terakhir, harga cabai merosot mencapai 50 persen. Harga cabai mengalami perubahan setiap harinya, namun hanya selisih antara Rp 1.000 per kilogram sampai Rp 5.000.

Pada Jumat (20/9) diil tingkat distributor harga cabai rawit jenis Pusaka turun menjadi Rp 32.000 per kilogram, jenis Sambi Rp 31.000 per kilogram, dan Manu Rp 28.000 per kilogram. Hanya selang sehari, harga tersebut kembali turun menjadi Rp 28.000 per kilogram jenis Pusaka, Rp 27.000 per kilogram jenis Sambi dan Kencana, serta Rp 25.000 per kilogram jenis Manu.

Harga cabai kembali berubah pada Minggu (22/9) malam saat pengiriman menjadi Rp 34.000 per kilogram jenis cabai rawit pusaka, kencana Rp 33.000 per kilogram, dan Manu Rp 30.000. Cabai merah besar juga mengalami perubahan harga menjadi Rp 16.000 per kilogram untuk jenis gada dan Rp 15.000 per kilogram jenis Imola, serta cabai merah keriting Rp 21.000 per kilogram.

Cabai yang dikirim ke Kalimantan dipasok dari sembilan daerah di Jawa Timur, seperti Kabupaten Kediri dengan lahan 150 hektare, Kabupaten Tulungagung 15 hektare, Kabupaten Blitar 20 hektare, Kabupaten Malang 25 hektare, Kabupaten Nganjuk 35 hektare, Kabupaten Probolinggo 20 hektare, Kabupaten Jember 100 hektare, Kabupaten Lumajang 400 hektare, dan Kabupaten Banyuwangi 500 hektare.

Dari sembilan daerah ini, lanjutnya, beberapa daerah masih akan melakukan panen raya. “Data yang diperoleh dari para petani, di Kabupaten Kediri diperkirakan panen raya pada Oktober sampai Januari 2020 seluas 1.615 hektare, jadi total luas lahan yang panen mencapai 1.765 hektare,” imbuhnya.

Selain Kabupaten Kediri, Kabupaten Jember diperkirakan mulai panen raya pada Oktober sampai Desember seluas 400 hektare, Kabupaten Lumajang pada Oktober sampai Januari 2020 seluas 600 hektare, dan Kabupaten Banyuwangi dengan jangka waktu yang sama seluas 2.200 hektare. “Untuk Kabupaten Nganjuk dan Tulungagung ini, sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi lokal,” ucapnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu