Petani Madiun Kesulitan Pupuk

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Sejumlah petani resah lantaran jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat untuk petani merosot hingga 48 persen. Menurunnya alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020 dari Pemerintah Pusat berlaku untuk semua wilayah Kabupaten/Kota.

Seperti masyarakat Desa Sogo, Kecamatan Balerejo yang kian resah dengan kabar tersebut. Mereka yang sebagian besar bermatapencaharian sebagai petani padi khawatir jika kebutuhan pupuk tidak tercukupi.

Kepala Desa Sogo, Warjito mengungkapkan bahwa sebagian besar warganya yang tergabung dalam beberapa kelompok tani lebih memilih harga pupuk dinaikkan daripada alokasi pupuk yang dikurangi.

“Petani sangat nerima jika pupuk tidak ada pengurangan jatah namun alangkah lebih baiknya ada peningkatan harga asalkan terukur,” katanya, Minggu (2/2).

Sementara pihak DPRD Kabupaten Madiun sebagai wakil rakyat merasa geram dengan jeritan petani terkait pupuk. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun, Suwandi mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti hal tersebut hingga ke Kementerian Pertanian.

 Karena, menurutnya, pupuk adalah satu-satunya kebutuhan pokok petani. Jika alokasi pupuk dikurangi, petani pasti mengalami kebingungan.Di dalam kebingungan ini, dewan ingin segera menyampaikan kepada pemangku kebijakan yang ada di pusat agar alokasi pupuk disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Sesuai yang diusulkan masyarakat, lanjutnya, lebih baik ada kenaikan harga daripada dikurangi jumlahnya. “Segera, sudah kita agendakan pada bulan Maret. Komisi B langsung saya dampingi untuk konsultasi di kementrian pertanian,” ujarnya.

Diketahui sebelumnya, penurunan alokasi pupuk subsidi sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2020 tentang Alokasi Dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tabun Anggaran 2020 terhitung sangat besar.

Di Kabupaten Madiun di beberapa jenis pupuk subsidi yakni Pupuk Urea mengalami penurunan sebesar 51,08 persen, pupuk ZA 60,92 persen, pupuk SP-36 sebesar persen, NPK sebesar 25,88 persen dan pupuk organik sebesar 79,24 persen. Sehingga pada tahun 2020 Dinas Pertanian Kabupaten Madiun hanya menerima 12.163 ton pupuk urea, 5.748 ton pupuk ZA, 1.749 ton pupuk SP-36, 17.850 ton pupuk NPK dan 5,038 pupuk organik untuk disalurkan ke 72.629 petani.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu