Petani Cabuti Tembakau Rusak

Share this :

Akibat Cuaca Buruk

Tulungagung, koranmemo.com –  Hujan yang masih mengguyur wilayah Kabupaten Tulungagung, mengakibatkan puluhan hektare tanaman tembakau yang berada di Desa Gempolan Kecamatan Pakel terendam air hingga menyebabkan tanaman mati. Akibatnya para petani mencabut semua tanaman tembakau yang memasuki umur dua bulan itu.

Sebelumnya, daerah tersebut diguyur hujan terus menerus selama sepekan. Hal ini mengakibatkan, sejumlah lahan tanaman tembakau banyak yang terendam. Tak terkecuali lahan milik Yuli Purnomo (36) salah satu petani tembakau Desa Gempolan Kecamatan Pakel. “Hujan hampir setiap hari turun, ini berdampak pada pertumbuhan tanaman tembakau manjadi terganggu,” ungkap Yuli.

Kondisi ini, menurut Yuli, membuatnya merugi hingga puluhan juta rupiah. Sebab tanaman tembakau miliknya kurang beberapa hari lagi dipanen. “Tanaman terendam air dan banyak yang mati seperti ini, bisa dibilang gagal panen,” keluhnya.

Hal senada diungkapkan oleh, Darmo (45), petani lainnya. Menurutnya selama musim tanam ini rata-rata dia dan petani lain sudah menanam tembakau sebanyak dua kali. Namun karena cuaca buruk, mereka terpaksa beralih ke tanaman padi untuk mengurangi kerugian. “Tahun ini merupakan kerugian terbesar yang mencapai puluhan juta rupiah,” jelasnya.

Darmo memaparkan, untuk satu musim tanam tembakau dengan lahan seluas 100 ru atau seribu 400 meter persegi, harga sewanya Rp 2 juta. Sementara untuk biaya tanam dan pupuk sampai dengan saat ini, petani sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp 1,5 juta. “Tidak ada yang bisa dilakukan petani, karena usia tanaman tembakau yang belum cukup tua dan tembakau ini belum dapat diolah. Oleh sebab itu, sebagian petani mencabuti tanaman tembakau dan menggantinya dengan tanaman padi,” pungkasnya. (den/Jb)