Pesta Sabu di Garasi, Sopir Bus Pariwisata FBA Digerebek

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Dony Setyo Restanto (36) warga Desa Rejoagung Kecamatan Kedungwaru dan Muhammad Fariz Fathurohman (23) warga Desa Sobontoro Kecamatan Boyolangu digerebek anggota Polsek Bandung pada Senin (2/4) sekitar pukul 20.00 WIB di garasi bus pariwisata FBA Desa Sobontoro. Pasalnya, keduanya sedang asyik pesta sabu.

Dari tangan keduanya, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa dua poket sabu, seperangkat alat hisap sabu (bong), pipet kaca yang masih terdapat sisa sabu, tiga skop terbuat dari sedotan plastik warna putih, tiga korek api, gunting, pipet kaca ukuran kecil bekas isi ulang Liquid Vapoor.

“Kedua pelaku beserta barang bukti kini diamankan di Mapolsek Bandung,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kapolsek Bandung AKP Siswanto.

Dijelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari pengaduan masyataka yang menginformasikan jika di garasi bus tersebut sering digunakan untuk pesta sabu. Berbekal laporan tersebut petugas langsung melakukan penyelidikan.

“Sekitar dua minggu petugas berpakaian preman mengawasi lokasi,” katanya.

Siswanto melanjutkan, pada Senin (2/4) pagi pihaknya mendapat informasi jika di garasi bus akan digunakan untuk pesta sabu. Tak mau kehilangan momentum, empat anggota polsek Bandung yang berpakaian preman langsung mengintai lokasi. Sekitar pukul 20.00 WIB, ternyata benar ada dua orang yang pesta sabu.

“Saat itu juga, saya beserta empat anggota langsung mengerebeknya,” ujarnya.

Kedua pelaku sempat kaget dengan penggrebekan tersebut. Namun, karena petugas  menemukan barang bukti yang sudah siap digunakan akhirnya keduanya tidak bisa mengelak.

“Untuk keperluan pemeriksaan keduanya langsung digelandang ke Mapolsek,” terangnya.

Kepada petugas, keduanya mengakui jika sabu tersebut dibawa dari luar garasi oleh Dony Setyo Restanto. Dimana sabu dibeli dari seseorang berinisial “PI” warga Kecamatan Kedungwaru seharga Rp 200 ribu. Keduanya juga mengaku selama ini sudah empat kali melakukan pesta sabu di garasi bus tersebut. “Alasan mengkonsumsi untuk stamina,” katanya.

Namun yang terakhir digerebek oleh petugas. Selain itu, sebelumnya keduanya juga mengakui sudah pernah berhenti dari ketagihan sabu. Tetapi sejak tiga bulan terakhir keduanya kembali mengkonsumsi sabu lagi.

“Jadi profesi Dony adalah sopir bus pariwisata di garasi tersebut, sedangkan Faris adalah anak dari pemilik garasi,” tambahnya.

Masih menurut mantan kasatreskoba tersebut, dari kedua pelaku masih satu orang yang statusnya menjadi tersangka yakni Dony Setyo Restanto. Sedangkan Muhammad Fariz Fathurohman masih dalam proses pemeriksaan.”Penentuan tersangka masih menunggu gelar perkara,” jelasnya.

Siswanto menambahkan, kini pihaknya masih mengorek setiap keterangan dari kedua orang tersebut untuk mengungkap dimana keduanya mendapatkan barang haram tersebut.

“Tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1)  Sub Pasal 127 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009  tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter: Yoppy sandra wijaya/Aminun Jabir

Editor: Achmad Saichu