Perusahaan Bisa Ditutup Jika Tidak Terapkan Physical distancing

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com – Dinas Ketenagakerjaan dan transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung akan menindak tegas perusahaan yang tidak menerapkan protokol kesehatan selama pandemi covid-19. Bahkan, perusahaan bisa ditutup paksa jika tidak mematuhi aturan tersebut seperti tertuang dalam Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Kepala Disnakertrans Kabupaten Tulungagung, Yumar mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada Gugus Tugas untuk menegakkan Undang-Undang nomor 13 tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan. Dimana perusahaan yang bandel tidak menerapkan physical distancing selama masa pandemi, akan diberikan sanksi berupa teguran hingga penutupan usaha.

“Kita bisa terapkan Undang- Undang Ketenagakerjaan. Untuk memastikan mereka ini, para pengusaha, menerapkan physical distancing dan protokol kesehatan lainnya. Termasuk perusahaan yang bergerak di bidang lainnya juga, tidak hanya pabrik rokok,” ujarnya, Minggu (10/5).

Disnakertrans belajar dari kasus temuan 25 karyawan pabrik rokok Simustika di Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung yang reaktif rapid test. Disnaker bersama  Gugus Tugas Covid-19 Tulungagung, berencana melakukan sidak ke beberapa lokasi pabrik rokok yang ada di Tulungagung guna memastikan penerapan physical distancing.

“Kita tidak ingin kejadian yang sama terjadi pada perusahaan roko yang lain. Maka akan kita cek apakah protokol kesehatan diterapkan atau tidak di perusahaan – perusahaan itu,” jelasnya.

Data sementara Disnakertrans  Kabupaten Tulungagung, mencatat terdapat 10 pabrik rokok di Tulungagung yang tetap beroperasu selama pandemi covid-19. Total ada 2.800 lebih karyawan di perusahaan tersebut.

Seperti diketahui jumlah warga Kabupaten Tulungagung terkonfirmasi positif covid-19 sampai sekarang mencapai 32 orang. Rinciannya, 6 orang sudah dinyatakan sembuh dan 26 masih di karantina. Sedangkan, karyawan Pabrik Rokok Simustika yang reaktif covid-19 masih menunggu hasil swab tes PCR.

Reporter: Zayyin Multazam Sukri

Editor: Della Cahaya