Pertanyakan Janji Rektorat UNP Kediri

Share this :

Kediri, Koran Memo – Janji rektor Universitas Nusantara PGRI (UNP) yang akan menyelesaikan status kampus yang non aktif hingga aktif kembali selama seminggu dipertanyakan sejumah mahasiswa. Sebab pesyaratan untuk aktif kembali dirasa sulit dipenuhi dalam waktu singkat. Sebut saja jumlah rasio antara dosen dan mahasiswa harus seimbang, yakni 1 banding 30 untuk program pendidikan (Prodi) IPA dan 1 banding 40 untuk prodi IPS. Sedangkan saat ini, jumlah dosen tetap di UNP masih berjumlah 284 orang dan jumlah mahasiswa mencapai 16.700 orang. Tentu tidak mudah menambah jumlah dosen dalam waktu kurang dari seminggu.

ILUSTRASI
ILUSTRASI

“Apa benar – benar bisa diselesaikan dalam waktu seminggu. Syaratnya kan tidak mudah,” ujar salah satu mahasiswa pada Koran Memo, Jumat (1/5).

Apalagi menurut sejumlah mahasiswa, persoalan menyangkut rasio dosen dan mahasiswa tidak serta merta muncul saat ini. Informasi yang dihimpun permasalahan tersebut sebenarnya sudah terdengar beberapa bulan sebelumnya. “Kalau masalah ini sudah berhembus lama kabarnya,” imbuh mahasiswa lainnya.

Sementara itu,polemik status non aktif UNP menjadi pertimbangan tersendiri bagi kalangan perusahaan. Pasalnya, keabsahan ijazah menjadi pertanyaan tersendiri. Ada perusahaan yang akan mencermati ijazah yang dikeluarkan perguruan tinggi tersebut.

Bambang, manajer salah satu restoran di Kota Kediri mengaku untuk merekrut seorang karyawan, memang keabsahan sebuah ijazah sangat berpengaruh. Misalnya tentang akreditasi yang jelas. Bambang mengaku, terkait status UNP yang saat ini tidak aktif, tentu akan berpengaruh terhadap ijazah yang disodorkan oleh calon karyawan (lulusan UNP,red) ke perusahaannya. “Kalau status kampusnya sudah tidak aktif, tentu akan menjadi pertimbangan di perusahaan terkait ijazahnya,” ujarnya.

Terkait karyawan yang saat ini sudah bekerja, Bambang juga mengaku memiliki perhitungan tersendiri. Bambang mengatakan, ijazah yang ditunjukkan sebelum status kampus yang non aktif sudah menjadi patokan. Namun lagi-lagi, saat status kampus mereka saat ini di-non aktifkan, Bambang juga akan menemtukan sikap tersendiri. “Kalau setahun lalu statusnya masih aktif, ya itu yang dijadikan patokan. Tapi karena statusnya sekarang non aktif, kami juga akan memperhitungkannya,” ujarnya. (kur)