Persik Jawara Liga 2

Kediri, koranmemo.com – Publik bola Kediri berpesta. Tim kebanggaan mereka, Persik Kediri berhasil memuncaki klasemen dan menjadi juara Liga 2 musim 2019. Keberhasilan skuat Macan Putih tercipta setelah berhasil menghempaskan Persita Tangerang dalam laga di Stadion I Wayan Dipta, Senin (25/11) malam. Hasil akhir 3-2 dalam pertandingan itu memuluskan laju Persik menembus kasta tertinggi sepak bola nasional.

Macan Putih yang didukung ribuan Persikmania di awal babak pertama tampil menekan dengan kombinasi serangan yang dimotori oleh Galih Akbar dan Bayu Otto di lini tengah. Pada lini serang, Pelatih Kepala Persik Kediri, Budiardjo Thalib memasang duet Iqmal Nur Samsu dan Sandrian.

Gol tak terduga tercipta pada menit ke-10 melalui tendangan bebas Risna Prahalabenta. Pemain bernomor punggung 2 ini berhasil memperdaya Annas Fitranto, kiper Persita   karena telat mengantisipasi arah bola sehingga skor berubah 1-0.

Tak berselang lama, 3 menit kemudian, Sandrian berhasil menggandakan kedudukan. Dia berhasil menyambar umpan silang Bayu Otto yang gagal diraih oleh Novrianto. Menit ke-13 Persik Kediri memperjauh jarak menjadi 2-0.

Namun Pendekar Cisadane, julukan Persita Tangerang, tak mau mengalah, Pelatih Kepala Widodo Cahyono akhirnya  mengganti Novrianto dengan Rio Ramandika menit ke-18. Melawan tekanan yang dipraktikkan Persik, Persita lebih sering melakukan pergerakan tanpa bola. Pola ini pun berhasil hingga akhirnya 5 menit setelah pergantian, Muhammad Roby berhasil memperkecil jarak skor.

Melalui skema bola mati, Asri Akbar tanpa pengawasan lolos dan memberikan umpan tandukan ke arah kiri pertahanan Persik Kediri. M Roby yang juga tidak mendapatkan pengamanan ketat dengan mudah menanduk bola sehingga skor berubah menjadi 2-1 menit ke-23.

Permainan semakin seru, panasnya persaingan membuat Edo Febriansyah, bek Persik bertengkar dengan Aldi Akbar, gelandang Persita menit ke-30. Persita mendapat tendangan bebas yang dieksekusi oleh Asri Akbar, namun tak menghasilkan gol, Namun gol penyeimbang dibuat pada menit ke-37 melalui Sirvi Arvani. Skor pun berubah menjadi 2-2.

Menjelang turun minum saling serang terjadi. Faris Aditama yang bisa memotong bola sebenarnya bisa mendekat ke kotak penalti namun digagalkan. Justru serangan balik berbahaya didapat Persita, Asri Akbar hampir saja menambah gol setelah mendapat bola muntah dari Fajar Setya, Kiper Persik.

Memasuki babak ke-2, skema pertandingan masing-masing klub berubah. Baik Macan Putih dan Pendekar Cisadane berhati-hati. Persita selalu menempel pemain Persik yang melakukan pergerakan tanpa bola. Namun babak awal babak ke-2, klub asal Tangerang lebih agresif.

Anak asuh Budiardjo sesekali melakukan serangan. Iqmal yang lolos dari jebakan offside sebenarnya bisa menambah keunggulan karena Annas kiper Persita keluar dari sarang. Peluang menit ke-52 dimanfaatkan dengan melakukan tendangan langsung dari sepertiga lapangan. Namun sayang karena bola tidak mengalir deras bek Persita menggagalkan peluang.

Kedua kubu melakukan pergantian, pertama Yusuf Meliana masuk mengganti Iqmal Nur Samsu menit ke-54. Demikian dengan Persita, Asri Akbar keluar masuk Adittia Gigis menit ke-63. Tak berselang lama klub asal Kota Kediri melakukan pergantian lagi, Sandrian keluar digantikan Wimba Sutan menit ke-65.

Memasuki 30 menit terakhir kedua klub yang memiliki jersey ungu ini terlihat sama kuat. Sedikit peluang yang bisa diciptakan. Baru pada menit ke-79 serangan berbahaya diciptakan, Faris, Kapten Persik bisa melakukan umpan lambung ke depan gawang Annas, Bayu Otto bisa menyambut bola, tapi sayang bisa ditepis.

Lama tak ada peluang, pemain mulai kelelahan, banyak umpan tak tepat sasaran dilakukan Persik. Dengan tenaga yang ada, Macan Putih mencoba menyerang. Tiga menit tambahan dimaksimalkan, hasilnya Persik Kediri memecah kebuntuan.

Wimba Sutan kembali jadi pahlawan. Peluang  tercipta dari skema yang sama seperti menit ke-79, akan tetapi kali ini yang menyambut bola adalah Edo. Full bek bernomor punggung 97 ini melakukan tendangan ke arah gawang Anas dan gagal ditepis. Bola menggelinding ke arah gawang coba dihalau oleh bek Persita, Zikri Akbar, namun di belakang ada Wimba yang memantulkan kembali bola ke gawang Persita.

Gol menit tambahan akhirnya membawa kemenangan Persik Kediri memenangi partai Final Liga 2 musim 2019. Hasil ini memantapkan klub berjersey ungu ini promosi ke Liga 1 musim 2020 nanti. Atas prestasi ini tim yang bermarkas di Stadion Brawijaya juga berhak atas hadiah senilai Rp 1,5 miliar.

Reporter : Dhita Septiadarma

Editor : Vrian Triwidodo

Follow Untuk Berita Up to Date