Persiapan Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Menyambut Perayaan Imlek

Share this :

Kediri, koranmemo.com. Persiapan Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Menyambut Perayaan Imlek. Tepat pada tanggal 5 Februari tahun 2019, seluruh umat Tri Dharma akan memasuki tahun baru Imlek 2.570. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut tahun dengan Sio Babi itu, termasuk pembersihan tempat peribadatan, dengan tata caranya tersendiri yang tidak sembarang orang bisa melakukannya, serta proses yang cukup lama seperti yang dilakukan oleh para pengelola Klenteng Tjoe Hwie Kiong di Kota Kediri.

Klenteng Tjoe Hwie Kiong, berada di Jalan Yos Sudarso nomor 148 Kota Kediri menjadi salah satu tempat ibadah bagi umat Tri Dharma terbesar di Kediri. Diyakini, keberadaan klenteng yang berlokasi di tepi sungai Brantas itu sudah berusia sekitar 500 tahun, jauh dari informasi yang tertera pada data cagar budaya yang menyebut, bangunan tersebut didirikan pada tahun 1895 Masehi oleh keturunan  Tionghoa di Kediri.

 “Menurut para sesepuh dan arkeolog yang pernah melihat langsung bangunan ini dari cirri-ciri kayu yang ada bangunan ini sudah berusia 500 an tahun. Tapi karena waktu itu berkas-berkas kita banyak yang hilang maka kita mendaftarkan ke Cagar Budaya pada tahun 1895 itu,” kata Halim Prayogo Sekretariat Tata Usaha Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Senin (14/1).

Halim yang terlihat sibuk memantau kegiatan beberapa orang yang membersihkan Klenteng Tjoe Hwie Kiong mengatakan, jadwal perayaan tahun baru Imlek telah disusun, diawali dengan prosesi Sembahyang ‘Song Sen’ dan memandikan Kim Sin pada tanggal 29 Januari. Kegiatan dilanjutkan dengan menyambut akhir tahun Imlek 2569 pada 4 Februari, dan pembukaan tahun baru Imlek 2570. Dilanjutkan lagi dengan beberapa sembahyang setelah pembukaan tahun baru Imlek.

“Sekarang kita masih membersihkan Klenteng yang sudah kita lakukan sejak dua minggu lalu. Membersihkan ini seperti mengelap dinding, perawatan kayu-kayu hingga pengecetan. Kalau renovasi tidak ada hanya pembersihan agar lebih nyaman saat beribadah nanti,” ujarnya.

Proses pembersihan membutuhkan waktu lama karena ada dinding-dinding Klenteng yang dipenuhi dengan ukiran rumit serta barang-barang sakral yang ada di dalam Klenteng tidak boleh sembarang diletakkan. Selain itu, sebelum melakukan pembersihan Halim setiap hari harus sembahyang terlebih dahulu untuk mencari petunjuk daerah mana yang harus dibersihkan terlebih dahulu.

“Kalau pembersihan awal pakai air biasa, tapi sebelum memulai saya harus sembahyang nanti ada petunjuk sebelah kiri dulu yang dibersihkan maka akan saya sampaikan yang ini dulu yang dibersihkan. Setelah selesai dibersihkan menggunakan air bunga, itu tergantung petunjuknya bisa pakai bunga 7 rupa, bunga setaman, atau kembang telon. Intinya semuanya harus dilakukan sesuai petunjuk dari para Dewa Dewi,” katanya.

Banyak hal menarik yang dilakukan umat Tri Dharma untuk menyambut tahun baru Imlek tersebut. Selain harus sembahyang untuk membersihkan Klenteng, memandikan Dewa Dewi juga harus berpuasa terlebih dahulu. Sekitar 30 orang yang akan memandikan Dewa Dewi di Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri yang memiliki 15 patung Dewa Dewi.

“Untuk memandikan Patung Dewa Dewi harus berpuasa selama tiga hari dulu, boleh ikut memandikan tapi bukan pakaian yang dipakai langsung oleh Dewa Dewi. Seperti membersihkan media yang digunakan seperti meja, kursinya saja,” kata Halim Prayogo.

Tahun baru Imlek 2570 adalah Sio Babi, namun belum diketahui Babi apa yang ikut dalam tahun baru tersebut. Halim mengatakan, untuk mengetahui itu umat Tri Dharma harus melakukan sembahyang setelah menyambut tahun baru Imlek yang akan dilakukan pada 8 Februari.

“Pagi kita Sembahyang Cie Sen menyambut kedatangan para Dewa Dewi ke Klenteng sambil membawa ramalannya seperti apa satu tahun kedepan, tahun babi apa nantinya karena ada Babi Tanah, Kayu, Logam, dan Air semuanya itu akan menunjukkan seperti apa tahun kedepan berjalannya. Tapi, para suhu sudah meramalkan tahun depan adalah Sio Babi Tanah melihat tanda-tanda yang sering terjadi saat ini,” terangnya.

Untuk diketahui, Kelenteng Tjoe Hwie Kiong memiliki tiga buah pintu utama di tengah, dan pintu lengkung di sisi samping kiri kanannya. Di wuwungan tengah Kelenteng Tjoe Hwie Kiong terdapat sepasang naga, sementara di wuwungan kedua terdapat sepasang ikan keemasan yang di masing-masung punggungnya terdapat patung pendeta.

Di bawah patung naga terdapat relief orang-orang suci yang tengah menunggang kuda, dan di tengah-tengah sepasang naga itu terdapat patung pria bersila yang dikepalanya menjunjung semacam bakul. Ornamen garis-garis bulat melingkar merah dan kuning, dengan sepasang naga di tengahnya, terdapat pada dinding kiri kanan depan Kelenteng Tjoe Hwie Kiong.

Wartawan : Zayyin Multazam S

Editor : Irwan Maftuhin