Permintaan Daging Anjlok, Ini Sebabnya

Share this :

Kediri, koranmemo.com РAdanya isu antraks yang sedang ramai, tidak mempengaruhi penjualan daging. Akan tetapi justru faktor ekonomi dan curah hujan tinggi yang membuat permintaan daging menurun. Salah satunya penjualan daging di Pasar Setono Betek Kediri.

Nasir, salah satu penjual daging mengaku saat ini hanya bisa menjual daging sekitar 80 kilogram per hari atau sama dengan seekor sapi. Beberapa tahun yang lalu dia mampu menjual sekitar 4 sampai 5 ekor sapi per hari. Padahal harga daging di pasar setono betek cenderung stabil antara Rp 90 ribu sampai Rp 98 ribu per kilogram. “Harga daging dahulu dibanding sekarang tidak sama. Dulu masih murah, kalau sekarang cukup tinggi, apalagi bumbu dapur juga semakin tinggi harganya,” ujarnya.
Dia menambahkan, para penjual bakso dan soto sekarang juga permintaannya sedikit. Dulu hampir 10 kilogram sekarang hanya 2 kilogram per hari. “Seperti penjual bakso, dulu memakai daging sapi saja dan sekarang dicampur dengan daging ayam,” jelasnya.
Sementara itu, Hari Sodin, Kepala Rumah Potong Hewan Kota Kediri mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama disperindag melakukan sidak daging di pasar salah satunya Setono Betek Kediri. Menurutnya, seluruh daging yang dijual di pasar ini hampir keseluruhan diambil di RPH. RPH di Kota Kediri ini sudah bersertifikat MUI. Tata pemotongannya sudah melalui antermortem dan postmorten. “Sebelum dipotong daging di cek kelayakannya, reproduksinya dan jika sudah dinyatakan lolos baru dipotong di RPH,” ungkapnya.
Hari menambahkan, setelah dipotong.lalu diuji kelayakannya lagi oleh dokter hewan, apakah dagig tersebut layak dijual dan dikonsumsi masyarakat. Setelah lolos, baru didistribusikan ke pasar-pasar. Untuk isu antraks di Kota Kediri tidak terpengaruh sama sekali, yang menjadi pengaruh yakni faktor ekonomi dan cuaca saat ini. “Pasar di Kota Kediri untuk distribusi daging yakni Setono Betek. Jika Pasar Pahing dan Pasar Bandar mengambil daging dari Pasar Setono Betek,” tambahnya.
Reporter : Yudha Kriswanto
Editor : Vrian Triwidodo