Perlintasan KA Tanpa Palang Pintu Kembali Memakan Korban

Blitar, koranmemo.com РPerlintasan kereta api tidak berpalang pintu di Blitar kembali memakan korban jiwa. Agus Daroini (43) Kelurahan Dandong Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar tewas tertabrak kereta api Brantas, Rabu (9/10).

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi di perlintasan tidak terjaga di Desa Ngaglik Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, Agus mengendari sepeda motor Kawasaki Kaze R dengan nomer polisi AG 5545 ND dari arah utara menuju selatan. Setiba di lokasi kejadian korban tidak mengetahui ada kereta api yang lewat.

“Diduga korban kurang berkonsentrasi sehingga tidak tahu ada kereta api Brantas yang melaju dari arah timur ke barat,” ujar Ipda Wahyu Jatmiko Kasubbag Humas Polres Blitar Kota.

Korban mengalami luka parah di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Korban sempat dibawa ke rumah sakit setempat namun akhirnya tidak tertolong.

Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, perlintasan tersebut tanpa penjaga dan palang pintu. Pihaknya sudah meminta pemerintah setempat untuk menutup perlintasan – perlintasan yang tidak ada penjaga.

“Kami meminta kepada pemerintah setempat untuk segera melakukan penutupan karena jika tidak maka akan terjadi hal yang serupa karena perlintasan tersebut tergolong tidak berizin. Selain itu juga membahayakan penumpang kereta api serta masinisnya, juga mengganggu perjalanan kereta api,” ujarnya.

Peristiwa warga tertabrak kereta api di perlintasan tidak berpalang pintu sering terjadi. Dua hari yang lalu, Supini (54) warga Dusun Mungkung, Desa Wonorejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar, luka parah setelah terseret kereta api Gajayana jurusan Malang – Jakarta, Senin (7/10). Korban yang sadarkan diri akhirnya mati setelah mendapatkan perawatan 8 jam di rumah sakit.

Reporter Zayyin multazam sukri

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date