Perkuat Kepengurusan Usai Munas I, Rais Aam : Mbah Wahab Gunakan ISHARI Hadapi Kesenian Komunis

Jombang, koranmemo.com – Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Nahdlatul Ulama (NU) telah menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) pertamanya Jumat (20/10) malam. Kepengurusan ISHARI NU yang telah terbentuk akan memperkuat keberadaannya sebagai Badan Otonom (Banom) PBNU sama dengan Banom NU lainnya.

Hal ini diutarakan Rois Aam ISHARI NU terpilih, KH Hazib Wahab. Menurutnya memang selama ini ISHARI NU sudah ada tapi belum ada sinergi antar pengurus sehingga keberadaannya tidak sekuat Banom NU lainnya.

“Maka dari itu kepengurusan yang telah terbentuk, akan menguatkan keberadaan ISHARI NU setara dengan Banom NU lainnya,” kata KH Hazib ditemui wartawan di kediamannya di komplek Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, Senin (23/10) siang.

KH Hazib juga menyinggung jika seni ISHARI merupakan seni yang digunakan Mbah Wahab (KH Wahab Hasbulloh) untuk menghadapi kesenian kelompok merah seperti komunis dan lainnya.

“Gerakan khususnya sholawatan sambil diiringi penabuh terbangan dan tangan melambai-lambai seperti sufi. Itu (gerakan) penuh makna seperti Allah misalnya,” tuturnya sambil menirukan salah satu gerakan tangan.

Masih menurutnya, setelah kepengurusan ISHARI NU terbentuk, mereka akan segera menggelar Rakernas (rapat kerja nasional). “Insya Allah awal November akan ada rakernas di sini (Ponpes Bahrul Ulum) tempatnya,” tandas KH Hazib.

Seperti diberitakan sebelumnya, ISHARI NU Jombang menggelar munas pertamanya di alun-alun setempat, Jumat (20/10) malam. Acara ini dibuka oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul.

Turut hadir dalam acara sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov Jatim dan Forkopimda (forum komunikasi pimpinan daerah) Jombang. Acara tersebut juga diikuti sekitar 17.000 peserta.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.