Peringati Sumpah Pemuda , Pemuda Trenggalek Bersihkan Sungai

Share this :

Trenggalek, koranmemo.com – Peringatan Sumpah Pemuda di Kabupaten Trenggalek justru dimaknai dengan semangat peduli lingkungan. Program Kali Bersih (Prokasih) selama dua hari, Jum’at-Sabtu (27-28/10) menjadi semangat nyata para pemuda dalam meneruskan ikrar sumpah pemuda 28 Oktober 1928.

Bersih-bersih sungai ini merupakan program baru yang coba dikembangkan Pemerintah Daerah untuk mengingatkan kembali warga agar peduli terhadap lingkungan.

Prokasih,  sebagai tindak lanjut Peratutan Daerah nomor 4 tahun 2012 tentang persampahan. Jum’at pagi, Prokasih ini menyasar 8 titik kawasan sungai di perkotaan yang rentan kotor akibat aktivitas buang sampah sembarangan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Titik-titik  itu diantaranya Sungai Ngasinan, Jagalan, Bagong, Pasar Subuh, Pasar Basah, Ngemplak Sumbergedong, depan Sekolah MTsN Jarakan, dan sungai samping SMPN 6 Trenggalek.

Agung Sudjatmiko, Plt. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup ( PKPLH) Kabupaten Trenggalek, mengatakan di hari sumpah pemuda ini momentum memperingatinya sengaja disambungkan dengan gerakan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat yakni Prokasih.

“ Kalau dulu kongres pemuda berlangsung dua hari mulai dari 27-28 oktober. Nah kita juga jalankan  prokasih ini  juga dua hari,” ungkapnya.

Agung melanjutkan, Prokasih  digagas untuk mengajak dan mengingatkan serta membangkitkan kesadaran masyarakat untuk saling menjaga kebersihan sungai.

“Tentunya program ini harus berkelanjutan dan tidak boleh sepotong-potong kedepannya,” terangnya.

Ditambahkannya, dari program yang dilakukannya tentunya sudah ada bukti yang terlihat .

“Kita perlu menghitung ulang berapa ton jumlah sampah dari hasil Prokasih ini. Tetapi dari yang di depan MTsN Jarakan, sampah yang terangkut sampai 5 truk,” terangnya.

Agung Sujatmiko berharap dengan program ini, justru yang mempelopri adalah pemuda dan  nantinya sungai-sungai di Kabupaten Trenggalek ini bisa terjaga kebersihannya secara kontinue, setelah kesadaran masyarakat yang dimotori pemuda itu muncul.

“Sungai perlu dirawat karena fungsi sungai sendiri sebagai sumber kehidupan. Tentunya kita rindu biota sungai seperti ikan-ikan bisa hidup dan berkembang biak dengan baik, dan itu yang di depan adalah pemuda,” pungkasnya.

 

Reporter : Rudi Yuniriyanto

Editor     : Hamzah Abdillah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.