Peringati HKI, Puluhan Barista Malang Seduh Kopi di Tepi Jalan untuk Dibagikan Gratis

Share this :

Malang, koranmemo.com – Sebanyak 20 pegiat kopi di Kota Malang memperingati Hari Kopi Internasional (HKI) 2020. Bukan di dalam kedai kopi, para barista secara langsung menunjukkan aksi menyeduh kopi di tepi jalan. Para pegiat kopi tersebut membagikan 1000 cup kopi gratis kepada pengguna jalan di Jalan Sigura-gura, Kota Malang, Kamis (1/10).

Melihat papan dan spanduk bertuliskan Kopi Gratis, para pengguna jalan secara spontan menghentikan laju kendaraannya. Dengan ramah pegiat kopi pun membagikan satu persatu kopi lokal racikan barista. Kendati demikian, tak ditemui kemacetan yang terjadi di lokasi pembagian kopi gratis tersebut.

Celvin Andreas Tangka, pegiat kopi, menuturkan kegiatan berbagi 1000 cup kopi tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kopi lokal. Sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap produk kopi lokal. Kemudian pada akhirnya dapat mengangkat nama kopi lokal ke kancah internasional.

“Ada beberapa kopi lokal yang kami perkenalkan kepada masyarakat. Diantaranya Kopi Semeru, Arjuna, Dampit dan ada beberapa suport juga dari petani Temanggung sama petani Ngantang,” ujarnya.

Menurut Celvin, kopi bukan hanya sekedar warna hitam dan rasa pahit, namun juga dapat digunakan sebagai wadah mempererat kebersamaan. Serta mempererat jalinan silaturahmi antar pecinta kopi. Cita rasa kopi akan lebih bermakna manakala dinikmati sembari berdiskusi.

Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19, Celvin mengaku para pegiat kopi dipaksa untuk beradaptasi dengan cepat. Kendati demikian semangat untuk terus memperkenalkan kopi lokal di masyarakat luas membuat para pegiat kopi menjalin kolaborasi.

“Tidak hanya pegiat kopi, namun semua lapisan masyarakat juga pasti terdampak dengan konsidi seperti ini. Yang mana kondisi pelaku kopi saat ini bisa dibilang rame-rame sepi. Gak bisa dipastikan dalam kondisi seperti ini. Oleh sebab itu di situasi seperti ini kita saling merangkul, saling suport demi kopi lokal,” pungkasnya.

Reporter Mokhamad Sholeh
Editor Achmad Saichu