Peringati HJKS ke 726, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini Berikan Motivasi Masyarakat

Surabaya, koranmemo.com – Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke 726 Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang berkonsep resepsi tersebut dihadiri seluruh jajaran Pemkot Surabaya, dan pejabat Forkopimda Kota Surabaya, serta para pejuang cacat veteran dan tamu undangan.

Karena konsep tema resepsi, maka Wali Kota Tri Rismaharini dan Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan peserta yang hadir tampak berbusana pakaian ala Cak dan Ning.

Sepanjang kegiatan HJKS ke 726 Kota Surabaya terdengar suara musik gamelan khas yang mengiringi awal acara hingga akhir. Bahkan, dari paduan suara pelajar Surabaya membawakan lagu daerah khas Surabaya.

Dengan kesempatan ini, Wali Kota Risma juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan pihak Lion Air yang kemudian dilanjutkan pemberian 98 penghargaan kepada tokoh masyarakat dan para warga yang mendukung perkembangan Kota Surabaya.

Selain itu, Wali Kota Risma juga menerima  lukisan wajahnya yang dihiasi dengan bunga Tabebuya. Tak lupa, kala itu Wali Kota Risma menyerahkan pemberian izin pemakaian rumah bagi para pejuang cacad veteran.

Setelah itu pada kegiatan berlangsung, giliran sebanyak 276 penari cilik menampilkan tarian remo. Jumlah ini diambil dari Hari Jadi Kota Surabaya yang sudah memasuki usia ke 276.

Kemeriahan ini tak berhenti sampai disitu, sebab acara berikutnya adalah operet Sura ing Baya yang menampilkan social drama cerita Raja Wijaya dan perang tartar. Semangat dari anak SD dan SMP kala itu sangat luar biasa, dengan terik panas matahari tak menyurutkan mereka untuk tampil. Kemudian, resepsi ini dilanjutkan penampilan musik hadrah yang menarik perhatian suasana. Musik patrol dan music keroncong juga menjadi pelengkap resepsi HJKS itu.

Wali Kota Risma mengajak warga Kota Surabaya, terutama anak-anak untuk siap menghadapi pasar bebas global. Sebab, hal ini akan berdampak pada perdagangan barang dan jasa. Kenyataan mereka harus dihadapi dan bahkan harus menjadi cambuk untuk meneguhkan persatuan dan kesatuan.

“Kini saatnya kita berdiri dan bergandeng tangan seraya berteriak, Kita Pasti Bisa!,” tegas Risma Wali Kota Surabaya, Kamis (31/5/2019).

Menurutnya, untuk menghadapi perdagangan bebas global 2020, telah dikembangkan usaha berbasis kewirausahaan dan kemandirian yang berkembang pesat, yaitu Koperasi dan Pra Koperasi Toko Kelontong 10 Rumah Susun tersebar di Surabaya.

Dia menjelaskan hingga saat ini sudah ada pembinaan terhadap 342 toko kelontong dalam wadah tujuh koperasi toko kelontong dan 10 Pra Koperasi Toko Kelontong di Kecamatan.

“Diharapkan tahun ini akan terbentuk 31 koperasi toko kelontong di kecamatan. Yang akan difasilitasi aplikasi untuk memudahkan kulakan dengan harga yang lebih murah. Bentuk Koperasi dipilih untuk mengakumulasi kekuatan ekonomi rakyat dan keuntungan kembali ke anggotanya,” kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini kepada koranmemo.com.

Dia juga mengaku sangat bersyukur soliditas dan semangat warga kota dengan segenap pemangku kepentingan Surabaya yang sangat sungguh luar biasa, terutama dalam menghadapi rintangan ataupun hambatan dan bahkan cobaan.

“Dengan keteguhan dan persatuan warga kota, kita bisa membuktikan kemajuan dan keberhasilan Kota Surabaya yang signifikan,” terangnya.

Alhasil, sambung Wali Kota Risma angka kemiskinan di Kota Surabaya turun menjadi sekitar 5 persen, sementara, warga kota yang mempunyai daya beli tinggi naik dari 13 persen, menjadi 47 persen dalam kurun waktu 2010 – 2017. Selain itu, dalam penanggulangan banjir, seluas 1.448 hektar sudah berhasil diatasi. Tinggal sekitar 2,3 persen luasan langganan banjir yang berhasil diatasi dengan penurunan air yang lebih cepat.

“Dalam rentang waktu delapan tahun terakhir ini, Surabaya mengalami penurunan suhu udara sekitar dua derajat celcius, hal itu tidak lepas dari penambahan luasan ruang terbuka hijau dan pemanfaatan air secara efektif di Surabaya,” imbuh Tri Rismaharini.

Oleh karena itu, pihaknya optimis warga Surabaya dan anak Surabaya akan mampu menghadapi pasar bebas global. Selaku anak dan cucu para pahlawan, dia menyakinkan anak Surabaya bisa menjadi pemenang.

“Kita harus kuat, tidak ada kata menyerah dan putus asa dan tetap harus serius bekerja keras di tengah keterbatasan yang ada. Tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau berusaha dan bekerja keras,” tutupnya.

Reporter M Fauzi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date