Peringati HBN, Pelaku Usaha Batik Bagikan Ribuan Masker

Tulungagung, Koranmemo.com – Memperingati Hari Batik Nasional (HBN) pada Jumat (2/9), pelaku usaha batik asal Tulungagung bagikan ribuan masker dengan motif batik khas Tulungagung. Pembagian masker tersebut semata-mata tidak hanya untuk memperingati hari batik saja. Namun juga turut mengajak masyarakat Tulungagung untuk menerapkan protokol kesehatan dalam penggunaan masker.

Pengusaha Batik asal Tulungagung Ike Yuliana menjelaskan, pada momentum hari batik ini, pihaknya turut serta menggandeng aparat Kepolisian untuk membantu membagikan ribuan masker tersebut. Ike mengakui bahwa pembagian masker dimasa pandemi seperti ini dirasa sangat bermanfaat bagi masyarakat. Mengingat masker saat ini merupakan benda wajib yang harus selalu digunakan bagi setiap masyarakat demi mencegah paparan Covid-19. “Total sebanyak 3000 masker yang kami bagikan secara gratis kepada masyarakat Tulungagung,” ujar Ike Yuliana saya ditemu di Perempatan Tulungagung Theater (TT) usai membagikan masker pada, Jumat (2/10).

Meski secara umum masyarakat Tulungagung sudah memiliki masker sendiri. Namun pembagian masker ini dimaksutkan agar masyarakat juga memiliki masker ganti. Mengingat pemakaian masker kain biasa hanya direkomendasikan untuk pemakaian selama empat jam. “kami juga ingin membantu pemerintah dalam mensukseskan program penerapan protokol kesehatan yakni aktif memakai masker,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini pula, diundang beberapa model cantik asal Tulungagung untuk turut memperagakan fashion show. Perempatan TT sendiri disulap olehnya menjadi panggung catwalk bagi 10 model. Tentunya, peragaan fashion show yang dilakukan oleh pihaknya juga menerapkan protokol kesehatan yakni memakai masker yang diproduksi olehnya serta menjaga jarak antar model.
“disisi kita peduli akan kesehatan masyarakat, kita juga memberikan edukasi kepada masyakat,” kata Ike.

Peragaan itu menurut Ike juga sebagai sarana memperkenalkan batik pada masyarakat luas utamanya kalangan muda di Tulungagung. Terlebih selama pandemi Covid-19, minat masyarakat dalam membeli batik kian menurun. Padahal, batik yang mereka perjual belikan merupakan batik khas Tulungagung itu sendiri. Akibatnya, penjualan batik hasil produksinya menurun hingga 80 persen.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Achmad Saichu