Peringati Hari Difabel, Kapolsek Pare Mengajar Siswa SLB

Kediri, koranmemo.com – Memiliki kekurangan fisik dan keterbatasan mental atau difabel, bukan berarti menjadi penghalang untuk berkreatifitas. Hal itulah yang diungkapkan Kapolsek Pare Iptu I Nyoman Sugita saat menjadi pengajar di SLB Dharma Wanita Kecamatan Pare, Senin (2/12)

Iptu Nyoman mengungkapkan kedatangannya pertama kali ke SLB tersebut dalam rangka peringatan hari Difabel yang jatuh pada tanggal 3 Desember ini. Kapolsek Pare mendatangi SLB Dharma Wanita dan mengajar kepada siswa yang ada di sekolah tersebut.

I Nyoman mengungkapkan anak penyandang difabel tuna rungu, tuna grahita, tuna wicara sangat rawan akan menjadi korban tindak pidana. Sehingga perlunya diberikan pengarahan, pembinaan kepada guru, keluarga maupun kepada para siswa penyandang defabel itu sendiri

“Kita memberikan sosialisasi kepada mereka akan bahaya narkotika dan menjaga keselamatan berlalu lintas,” ungkap Iptu Nyoman.

Dalam kesempatan tersebut Iptu Nyoman mengajak kepada seluruh pelajar SLB untuk tertap bersemangat dan terus belajar. Mereka diminta untuk terus berjuang dalam mengapai cita-citanya. Hal ini karena setiap anak memiliki peluang yang sama untuk menorah prestasi.

“Kita juga memberi semangat kepada mereka untuk tidak patah semangat dan terus berjuang dalam meraih cita-citanya,” tegas Iptu Nyoman.

Sementara itu Kepala Sekolah SLB Dharma Wanita Pare, Dewi mengungkapkan kedatangan petugas kepolisian tersebut merupakan hal baru bagi anak-anak. Dengan adanya kunjungan tersebut diharapkan anak-anak tidak takut dengan sosok polisi.

“Kami ucapkan banyak terima kasih, kita berharap dengan kunjungan ini anak-anak kebutuhan khusus tidak takut dengan sosok polisi,” ungkap Dewi.

Reporter Nuramid Hasyim
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date