Peringatan Isra Mikraj di Mapolresta Kediri

Kediri, koranmemo.com – Polres Kediri Kota melaksanakan doa bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri, di Masjid Baitur Rahim Mapolres Kediri Kota, Kamis (4/4). Diharapkan, dengan melakukan doa bersama dapat meningkatkan nilai-nilai keimanan.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi mengatakan, dengan tertanamnya nilai-nilai ibadah salat, diharapkan dapat meningkatkan prestasi dan inovasi dalam pengabdian terbaik menuju Polri yang promoter siap mengamankan Pemilu 2019 guna keberlangsungan pembangunan nasional. “Jika tidak didasari dengan iman yang kuat, kami juga tidak bisa melakukan tugas dengan maksimal. Karena kami mempunyai tugas untuk membantu mengamankan pesta demokrasi tahun ini,” jelasnya, saat memberikan sambutan.

Selain petugas kepolisian, lanjutnya, tanpa ada dukungan serta koordinasi dengan Forkopimda dan jajaran samping, situasi yang kondusif seperti sekarang ini tidak dapat terwujud. Dengan doa bersama, tidak hanya meningkatkan iman dan taqwa (imtaq), tapi juga mempererat tali persaudaraan serta dapat menjaga hubungan baik antar satuan maupun pihak-pihak yang lain.

Jangan sampai, sambungnya, mudah terpengaruh oleh berita-berita yang tidak jelas. Sekarang ini, masyarakat memasuki zaman dimana teknologi berkembang pesat. Sebagai masyarakat yang bijak, diharapkan dapat menyaring informasi yang beredar di media sosial (medsos), sebelum dibagikan kembali. Ini lantaran, banyak penyebaran berita yang tidak baik, cenderung menyebarkan ujaran kebencian, dan banyak berita yang tidak valid.

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Kediri Abu Bakar Abdul Jalil saat memberikan tausiyah, dengan mengingat peristiwa isra mikraj tidak meninggalkan kewajiban sebagai umat Islam. Terutama pada hal salat lima waktu, dan harus menjaga kerukunan antar sesama. Pasalnya, dalam waktu dekat, masyarakat akan melaksanakan pemilu baik Pilpres maupun Pileg.

Dengan demikian, seluruh lapisan masyarakat akan memilih pasangan capres maupun caleg sesuai dengan pilihan mereka. Meskipun ada perbedaan tokoh yang dipilih, diharapkan tidak ada perpecahan ataupun permusuhan. “Jangan sampai Pemilu itu dijadikan ajang adu domba atau memecah belah kubu. Kalau kita tidak kuat, terpecah, dan tidak kompak, maka akan mudah dihancurkan oleh pihak luar. Padahal NKRI adalah harga mati,” ujarnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date