Peringatan HPSN, Kapolresta Ajak Jajaran Peduli Lingkungan

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang diperingati setiap tanggal 21 Februari ini, Kapolres Kediri Kota mengajak petugas dan masyarakat untuk lebih peduli kepada lingkungan. Kurang lebih 500 personel dari Polres Kediri Kota, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, melakukan aksi memilah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Klothok yang berada di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, Kamis (21/2).

Kapolres Kediri Kota, AKBP Anthon Haryadi mengatakan, peringatan HPSN sudah dimulai sejak tahun 2006, dengan motivasi utama semakin baik dalam pengelolaan sampah sebagai upaya melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia. “Ini juga kali pertama kami masuk dan mengetahui kondisi TPA di Kota Kediri sehingga diharapkan dapat memunculkan rasa peduli pada diri sendiri, terutama masalah sampah,” jelasnya, saat ditemui Koranmemo.com.

Pada tahun 2008, lanjutnya, sudah terbit Undang – Undang Nomor 18 tentang pelaksanaan serta pengelolaan sampah rumah tangga. Namun, kenyataannya sampai saat ini pengelolaan sampah masih menemui kendala dan belum optimal. Pengelolaan sampah perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu, dari hulu hingga ke hilir sehingga benar – benar memberikan manfaan dan aman bagi masyarakat serta lingkungan.

Selain itu, sambungnya, sebagai pedoman pengelolaan sampah agar memperoleh hasil yang maksimal, sudah dikeluarkan peraturan Presiden Nomor 97 Tahun 2017 tentang kebijakan dan strategi nasional pengelolaan sampah rumah tangga. “Dari peraturan tersebut, dicanangkan target pengurangan sampah sebesar 30 persen serta penanganan sampah pada tahun 2025 ditargetkan mencapai 70 persen,” sahutnya.

Sementara itu, Wakapolres Kediri Kota, Kompol Iwan Sebasttian menambahkan, kegiatan ini dapat mengingatkan kembali kepada masyarakat khususnya bagi para anggota, supaya lebih memperhatikan lingkungan. Salah satunya, tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampah plastik yang sangat sulit terurai. Jika setiap hari ada sampah plastik yang dibuang, jumlahnya akan terus meningkat.

Terlebih lagi sekarang sudah memasuki musim hujan, dan banyak sumber penyakit yang dapat muncul dari sampah. Bisa dari aliran air yang kurang lancar sehingga menggenang dan menjadi tumbuh kembang bakteri atau virus yang lainnya. “Dengan sanitasi air serta pengelolaan sampah yang baik, masalah seperti ini nanti diharapkan bisa teratasi. Terlebih lagi, kepedulian terhadap lingkungan harus ditingkatkan, sehingga kita bisa menjaga kelestarian alam dan pastinya akan berdampak bagi kehidupan kita,” tuturnya.

Menurutnya, dari pihak Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas), akan memberikan instruksi dan arahan ke sekolah, madrasah, pondok, dan masyarakat, supaya bisa mengelola sampah di lingkungan masing – masing. Diharapkan, dapat menumbuhkan kesadaran di tiap lapisan masyarakat, serta menanamkan rasa peduli lingkungan kepada generasi muda.

Ridwan Salimin, ​Kasi Pemanfaatan Sampah dan Penanganan Limbah B3 DLHKP Kota Kediri menjelaskan, setidaknya dalam satu hari ada 120 ton sampah yang masuk ke TPA. Meskipun jumlah ini masih dalam batas normal untuk kategori Kota Sedang, namun diharapkan jumlah ini bisa berkurang. Pemilahan sampah anorganik dan organik dari limbah rumah tangga, harus bisa dimaksimalkan sehingga sampah tersebut masih bisa dimanfaatkan kembali.

Pemanfaatan ini bisa dilakukan, misalnya dengan membuat bank sampah untuk sampah – sampah anorganik dan membuat biopori untuk sampah organik. “Sampah anorganik seperti botol plastik, bisa bernilai ekonomis. Tidak hanya itu, sampah kantong plastik dan kertas, juga bisa dijual kembali. Bahkan, pengelolaan bank sampah, uang hasil penjualan juga bisa dialokasikan untuk biaya listrik maupun biaya sekolah. Dengan catatan, ada koordinasi antara pengelola bank sampah dengan pihak terkait,” terangnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Achmad Saich

Follow Untuk Berita Up to Date