Peringatan HANI 2018, BNNK Nganjuk Siap Tindak Tegas Bandar

Nganjuk, koranmemo.com – BNN Kabupaten Nganjuk melaksanakan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) dengan mengundang para tokoh masyarakat, Jumat (13/7) di halaman Kantor BNNK setempat. Dalam kesempatan itu, pihak BNN menegaskan siap menindak tegas bandar narkoba yang berani mengedarkan narkoba di wilayah Nganjuk.

Kepala BNN Kabupaten Nganjuk, Agoes Irianto mengungkapkan, dunia internasional menjadikan tanggal 26 Juni, sebagai peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) sebagai wujud refleksi keprihatinan pada penyalahgunaan narkoba. Ia mencontohkan, di Kabupaten Nganjuk sepertinya memang tidak ada peredaran narkoba, namun masyarakat diimbau tetap waspada lantaran peredaran narkoba ini seperti gunung es.”Seperti fenomena gunung es, sepertinya tidak ada padahal di bawah sangat luar biasa. Bahkan, 2016 lalu kita merehabilitasi 558 orang pengguna, dan Polres Nganjuk melalui Satreskoba melakukan penindakan hukum pada 103 orang. Dan ternyata pada tahun-tahun selanjutnya masih ada angka yang cukup tinggi,” jelasnya.

Ditegaskan, fungsi dari BNN bukan hanya sebatas merehabilitasi saja. Akan tetapi tindakan tegas dapat dilakukan terhadap pengedar, terutama bandar narkoba. Mengingat angka dari sejumlah penelitian menyebutkan ada 40 sampai 50 orang meninggal dunia akibat narkoba setiap harinya.

“Karena dampak yang luar biasa merusak dari narkoba ini, maka kami tidak akan ragu menindak tegas bandar narkoba yang berani mengedarkan di wilayah kami,” ujarnya sembari menunjukkan senjata laras panjang milik BNN Kabupaten Nganjuk.

Lebih jauh, Agoes menyampaikan jika ini menjadi sebuah keprihatinan bagi pihaknya. Karena itu, ia mengajak semua OPD, kepala kelurahan, maupun seluruh komponen masyarakat yang ada di Nganjuk, untuk bekerjasama dalam mencegah penyebaran narkoba.

“Mustahil bagi BNN untuk mencegah penyebaran narkoba tanpa adanya bantuan dari masyarakat. Oleh karena itu, mari kita bersatu untuk memerangi peredaran dan penyebaran narkoba yang merusak generasi bangsa,” harapnya.

Sementara, Sulomo, Ketua RW 3 Kelurahan Mangundikaran Kecamatan/Kota Nganjuk mengatakan, untuk membentengi maupun memberantas narkoba tidak harus dilakukan oleh petugas. Melainkan masyarakat juga harus turut serta menanggulangi agar jangan sampai narkoba masuk ke wilayah masing-masing, terutama menyasar kalangan muda.

“Contohnya lingkungan kami yang pernah menjadi juara 1 tingkat Kecamatan Nganjuk. Katanya bersih dari narkoba, tapi saya tidak begitu saja percaya, lantaran faktanya masih ada warga yang menemukan adanya narkoba. Saat itu juga kami langsung melaporkan kepada pihak BNN Kabupaten Nganjuk agar segera mendapat penindakan,” katanya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date