Peringatan HANI 2014 : Terjun Langsung Ke-Kelurahan, Sampai Gelar Upacara Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2014.

Share this :

f-hani1Sejak ditetapkannya tanggal 26 juni sebagai “international day againts drug and illicit trafficking” atau yang biasa disebut sebagai hari anti narkoba internasional disingkat (hani) oleh pbb pada tahun 1987, peringatan ini bukan acara yang bersifat serimonial saja, tetapi lebih merupakan sebuah pergerakan yang memiliki latar belakang historis dan filosofi sosial, karena seluruh bangsa didunia saat ini dan bangsa indonesia khususnya sangat prihatin, dan bertekad mencegah dan memerangi bahaya dan dampak penyalahgunaan narkoba.

 

Atas dasar inilah pada tanggal 26 juni 2014 bnn kota kediri mensukseskan hani 2014, dengan mengangkat tema : drug use disorder are preventable and treatable, (pengguna narkoba dapat dicegah dan direhabilitasi). Menggelar serangkaian kegiatan mulai dari : pelaksanaan upacara bendera bertempat lapangan pemkot kediri, dimana inspektur upacara langsung dipimpin oleh ibu wakil wali kota kediri lilik muhibah (neng lik) dan kepala bnn kota kediri sebagai perwira upacara, usai upacara langsung melakukan talk show interactive melalui media radio bekerjasama dengan bonansa fm, dimana narasumber langsung diisi oleh kepala bnn kota kediri didampingi duta antinarkoba bnn kota kediri 2014.

 

Rangkaian kegiatan diatas merupakan puncak dari rangkaian kegiatan hani 2014 bnn kota kediri dalam upayanya memberikan perlindungan pada masyarakat dari penyalahgunaan narkoba, selain itu bnn kota kediri juga sukses menggelar sejumlah kegiatan meliputi : omba desain poster “anti narkoba” bekerjasama dengan pemkot kediri, darah dan khitanan masal bekerjasama dengan ikatan alumni smada kediri, talk show dengan media televisi melalui acara hallo bnn yang disiarkan secara langsung pada tanggal 24 juni 2014 pukul 18.30- 21.00, fgd dengan cjs (criminal justice system) kota kediri dengan narasumber dari kepala kejaksaan, kapolres kediri kota, ketua pengadilan dan pemerintah kota kediri.

 

Tidak berhenti sampai disitu, tepat pada rabu, 25 juni 2014 bnn kota kediri juga secara langsung terjun ke kelurahan pojok kecamatan mojoroto untuk menggelar sosialisasi p4gn dimana peserta merupakan kader posyandu balita dan lansia kelurahan pojok. Bnn kota kediri manghadirkan narasumber dokter pungky setyowati, dengan materi pentingnya peran orang tua agar anak tidak mudah terjerumus dalam tindak penyalahgunaan narkotika dan prekursornya.

Hal ini penting sebab orang tua memiliki 7 (tujuh) peranan dalam keluarga, yang meliputi:

  1. Orang tua sebagai panutan.

Orang tua sebagai pembimbing dan pendidik.

Orang tua tempat bertanya dan teman diskusi.

Melibatkan diri dalam kegiatan anak.

Membuat aturan keluarga yang jelas dan tegas.

Mengembangkan tradisi keluarga dalam nilai-nilai agama.

Menanamkan disiplin pada anak.

 

Serangkaian kegiatan ini mengerucut pada tujuan mulia dari bnn untuk mengajak semua pihak baik pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk menyamakan persepsi dan pemahaman atas dua hal yang sangat penting dan menjadi perhatian kita bersama. Pertama, menyangkut cara pandang (mindset) terhadap permasalahan narkoba. Kedua, menyangkut peran dan kontribusi kita sebagai anggota masyarakat, apa yang bisa kita lakukan dalam upaya mencegah dan menyelamatkan pengguna narkoba. Kita dapat memulai dari lingkungan keluarga yang merupakan langkah awal dalam membangun gerakan nasional mewujudkan hidup sehat tanpa narkoba. (adv/bnn)